oleh

Revitalisasi Terminal Rajabasa Ditarget Mulai Januari 2020

radarlampung.co.id – Pembangunan Terminal Tipe A Rajabasa Bandarlampung yang mendapat jatah revitalisasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebesar Rp40 miliar bakal mendapatkan suntikan baru untuk pembangunanya. Perusahaan Jasa Transpoirtasi Blue Bird dipastikan turut memberikan kontribusi dalam pembangunan Terminal yang bakal dimulai Tahun 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Plt. Kadis Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo di kantor Gubernur Lampung Rabu (16/10). Menurutnya, saat ini rencana perombakan Terminal Rajabasa ditarget awal Januari  2020 sudah berjalan.

“Pembangunan terminal Rajabasa itu kan tahun depan clear dan Pak Gubernur minta ada kearifan lokal di desainnya dan programnya berjalan. Mudah-mudahan awal tahun sudah mulai konstruksi, selesai akhir tahun 2020, sehingga 2021  bisa kita operasikan,” kata Bambang, Rabu (16/10).

Bambang menjelaskan sampai saat ini Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Darat masih menyelesaikan Detail Engineering Design (DED). Desain ini jugalah yang  akan digunakan untuk dasar lelang tender perusahaan yang bakal merevitalisasi Terminal  ini.  “DED ini targetnya akan selesai Desember. Sehingga awal tahun bisa langsung pengerjaan,” tambahnya.

Sementara rencananya, selain perbaikan yang telah diglontorkan dana sebesar Rp40 miliar, Perusahaan Transportasi Blue Bird juga bakal berpartisipasi.

“Iya jadi kan sekarang swasta diikut sertakan untuk meramaikan pembangunannya, jadi nanti ada penyertaan Blue  Bird dalam pembangunannya,” tambahnya.

Hal ini dinilai Bambang kabar yang cukup baik. Mengingat, Terminal Rajabasa saat ini masih terbilang sepi. Maka itu, diharapkan kehadiran Blue Bird bisa meramaikan Terminal Rajabasa serta menarik kembali penumpang  untuk naik langsung dari Terminal.

“Kan sekarang kalau Rajabasa tidak  diramaikan, tidak ada orang tertarik. Sekarang juga penumpang cenderung menunggu di  shelter simpang.  Nah bagaimana (Blue Bird) bisa meramaikan, apalagi dekat kampus (Universitas Lampung). Apakah bisa membuat seperti mall, food court, apartemen kampus atau yang berkaitan dengan mahasiswa.  Karena sekarang konsepnya  harus dibuat agar orang tertarik,” tandasnya. (rma/kyd)



Komentar

Rekomendasi