oleh

Sebelum Berpulang, Sempat Ucapkan Maaf dan Meminta Agar Didoakan Keluarga

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kesedihan masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan lalulintas, Fairuz Ananta Khalid (18). Suasana haru masih begitu kental di kediaman almarhum di jalan Turi Raya, Tanjungsenang, Bandarlampung, Selasa (15/10).

Ketika radarlampung.co.id mengunjungi kediaman orang tua Nanta -panggilan kesayangan almarhum dari kedua orang tuanya- terlihat beberapa pelayat masih berdatangan. Raut wajah sangat ibu, Zuraida, yang kala itu mengenakan kerudung putih mencoba tegar.

Namun, sesekali sang ibu tetap tidak kuasa menahan tangis pasca kepergian anak bungsunya tersebut.

Sambil berurai air mata, Zuraida yang merupakan Kabid SMK Dinas Pendidikan Lampung itu mengatakan, tidak ada firasat apapun terkait kepergian anak kesayangannya itu.

Yang sangat diingatnya, almarhum sempat mengucapkan kata maaf dan meminta agar keluarganya selalu mendoakannya.

“Gak tau kenapa dedek (Nanta, red) itu whatsApp ke bunda, ayah, sama abang minta maaf. Bilang agar maafin dedek dan doain bentar lagi mau ujian,” ujar Zuraida.

Diterangkan, sekitar pukul 2 dini hari almarhum masih sempat menelpon sang ayah. “Katanya mau istirahat di pom bensin karna ngantuk. Saat jam 4 saya mau bangunin dia karena katanya dia ada ujian tapi kok malah gak aktif, WA ceklis satu,” tutur Zuraida sembari mengusap air mata.

Dirinya juga menceritakan bahwa Nata meminta izinnya seminggu sebelumnya ingin membeli aksesoris mobil, sembari mengantar pacarnya, Fani (18) dan adiknya Rizki Alfanza (14), untuk berziarah ke makam sang ayah di Jakarta.

“Dia bilang dari seminggu sebelumnya, orangnya gak pernah memaksakan kehendak. Waktu mau ke Jakarta bilang bunda ada uang gak? Kalau gak ada juga gak papa kok. Jumat malam Fani ke rumah bilang mau naik pesawat karena Sabtu ada ujian. Jadi dia berangkat sama Rizki. Tapi taunya pulangnya juga mereka masih berdua, Fani gak ikut karena dia pakai pesawat lagi,” ungkapnya.

Yang cukup disayangkannya, pihak kepolisian terkesan lambat memberitahu dirinya.

“Kejadiannya jam 3 pagi, ayahnya dapat kabar jam 7 pagi dari tetangga yang ciren (kenal, red) mobil dedek. Terus kasih tahu saya yang lagi dinas ke Bukit Kemiling. Baru ketemu setelah mencari-cari ke beberapa rumah sakit, ternyata sudah di forensik RSUDAM. Harusnya pihak polisi hubungi kami, kan didompet anak saya lengkap semua surat-suratnya. Tapi yaudahlah gak papa udah jalannya, ikhlas,” urainya. (mel/sur)



Komentar

Rekomendasi