oleh

Siasati Kekurangan Air Dengan Mengubah Pola Tanam

radarlampung.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tanggamus mengimbau petani untuk mengubah pola tanam saat musim kemarau. Ini untuk mengantisipasi tanaman kekurangan air.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tanggamus Hasanudin mengatakan, volume air akan berkurang saat kemarau. Karena itu petani disarankan tidak memaksa menanam padi. Sebab tanaman itu membutuhkan air banyak.

”Sebaiknya ubah pola tanam. Yaitu mengganti tanaman lain selain padi. Misalnya dengan palawija atau sayuran. Jangan memaksa menanam padi lagi. Pola tanamnya bisa padi-padi-palawija atau padi-palawija-palawija,” papar Hasanuddin.

Di Tanggamus, daerah yang rawan air saat kemarau adalah Kecamatan Pugung, Talangpadang, Bulok, serta kecamatan lain yang memiliki hamparan sawah sedikit. Sebab lokasinya tidak ada sumber air besar seperti sungai.

Baca :   Siaga, Ratusan Rumah Terancam Banjir

Menurut dia, sawah memang tidak harus ditanami padi. Bisa palawija seperti jagung, kacang, kedelai, ubi, dan sayuran. Sebab sawah tidak perlu digenangi air seperti menanam padi. Sehingga jenis-jenis itu cocok saat musim kemarau.

Sedangkan untuk sawah yang sumber airnya mencukupi, diharapkan dapat menghemat air. Lahan sawah tidak harus tergenang, cukup berlumpur saja dan airnya dialirkan ke sawah lainnya.

Baca :   Was-was, Warga Parerejo Menunggu Banjir

”Selain masalah air, kerawanan saat musim kemarau adalah serangan hama. Seperti hama tikus, jenis wereng serta organisme pengganggu tanaman lainnya. Untuk mengatasi hama-hama itu, perlu pemanfaatan musuh alami. Upayakan jangan terus menerus menggunakan obat kimia karena bisa berdampak juga pada tanaman dan hama menjadi lebih kebal,” terang Hasanuddin

Pemilihan bibit padi yang cocok dengan musim kemarau, juga merupakan faktor penting. Bibit yang biasa digunakan di Tanggamus adalah padi Ciherang, Mekongga, IR 64, Cilamaya dan Muncul. (iqb/ehl/ais)

Komentar

Rekomendasi