oleh

Dewan Sebut Kenaikan Proyeksi PAD Pesawaran Janggal

radarlampung.co.id – DPRD Pesawaran menyebut proyeksi kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1 miliar dalam rancangan kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) 2020 janggal. Pasalnya, hal tersebut tidak sebanding dengan pencapaian target oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola PAD yang masih belum menunjukan hasil maksimal.

”Ini saya lihat ada kenaikan pendapatan PAD sebesar Rp1 miliar lebih dari target 2019 untuk 2020. Padahal OPD selalu menyatakan target PAD sulit direalisasikan. Kalau memang target 2019 sudah tercapai atau surplus, baru nanti kita bicara soal peningkatan,” kata Ketua Badan Anggaran DPRD Pesawaran M. Nasir dalam pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (17/10).

Menurut Nasir, jika target pendapatan tersebut nantinya tidak terealisasi, dikhawatirkan dapat mengganggu sejumlah program kegiatan yang telah disusun dalam APBD.

”Saya takut ini nanti justru membebani kita dalam APBP 2020. Karena kemarin (APBDP 2019, Red), akhirnya kita terpaksa melakuan efisiensi dan mengurangi belanja yang diperlukan. Harapan saya, pada APBD 2020, hal tersebut tidak terulang lagi,” tegasna.

Tidak hanya itu. Nasir menyatakan, rincian anggaran yang dipegang saat pembahasan tersebut tidak sesuai dengan yang telah disampaikan pada paripurna KUA-PPAS sehari sebelumnya.

“Proyeksi KUA-PPAS yang saya lihat ini agak jauh meleset dengan selisih sekitar Rp90 miliar dari yang disampaikan kemarin. Artinya kopelan ini sudah tidak relevan lagi. Kami minta kopelan yang baru,” tandasnya.



Komentar

Rekomendasi