oleh

Ada Ancaman Bom Bunuh Diri di Lampung, Polda Tingkatkan Keamanan dan Pencegahan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polda Lampung terus meningkatkan pengamanan dan pencegahan aksi terorisme di Lampung. Hal itu menyusul pasca pengakuan Adnan terduga teroris yang diringkus oleh Densus 88 Mabes Polri di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/10).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pengamanan dan pencegahan itu akan dilakukan, namun untuk hasil penyelidikan terduga teroris yang diamankan merupakan kewenangan Tim Densus 88 Mabes Polri.

“Karena memang untuk penyelidikannya itu Densus 88 yang menanganinnya,” ujar Pandra -sapaan akrabnya- kepada radarlampung.co.id, Kamis (17/10)

Pandra menyebutkan, pihaknya terus akan melakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan keamanan di beberapa tempat yang ramai.

“Untuk itulah pihak dari intelejen melakukan fungsi deteksi dini dan deteksi aksi, kemudian fungsi-fungsi lainnya dengan cara melakukan tindakan preventif dengan penjagaan di objek vital sesuai dengan tupoksinya,” jelasnya.

Untuk itu mantan Kapolres Meranti ini pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada. “Apabila nanti terlihat ada hal-hal yang mencurigakan segera lapor atau hubungi 110,” bebernya.

Untuk diketahui, Tim Densus 88 Anti Teror mengamankan Adnan terduga teroris di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat Rabu (16/10) malam.

Adnan dikabarkan telah merencanakan aksi bom bunuh diri di Lampung. Adnan juga yang telah merakit bom ponsel bersama terduga teroris lainnya yang sudah lebih dulu ditangkap di Lampung yakni Rifky, Saleh, dan Yunus.

Sebelum menangkap Adnan, Tim Densus 88 Anti Teror telah mengamankan lima orang terduga teroris di Lampung, Senin 14 Oktober 2019. (ang/sur)



Komentar

Rekomendasi