oleh

“Lapangan Kalpataru Diguncang Gempa, Anak-Anak Berlarian Selamatkan Diri” 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Jerit anak-anak pecah di sekitar Lapangan Kalpataru, Kemiling, Jumat (18/10). Gempa kuat tiba-tiba melanda. Semua orang, mayoritas anak-anak, tampak berhamburan ke sana kemari mencari tempat teraman.

Tak lama, datang Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung bermaksud memberi pertolongan. Semua yang ada diminta tenang.

Namun tenang, itu adalah agenda BPBD yang tengah rutin menggelar simulasi kebencananan kepada anak-anak di lokasi-lokasi rawan bencana.

Kepala BPBD Bandarlampung Syamsul Rahman mengatakan, simulasi kebencanaan diinisiasi menjadi sebuah program rutin bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca :   Unik, BPBD Bandarlampung Keluarkan Jari yang Terperangkap Dalam Lubang Oli Mesin Motor

Menurutnya, simulasi kebencanaan yang mereka lakukan disesuaikan dengan lokasi yang ada. “Simulasi bencana gempa kita lakukan di tempat yang rawan gempa, contohnya di Kemiling kami pusatkan di Lapangan Kalpataru,” katanya, Jumat (18/10).

Sedangkan simulasi tsunami dan banjir dilakukan di wilayah pesisir pantai dan kebakaran di wilayah yang padat penduduk dan perbukitan. “Peristiwa ini sewaktu waktu dapat muncul, tanpa ada yang bisa memprediksi,” ujarnya.

Dia bilang, simulasi harus dilaksanakan dimulai dari tingkat yang paling bawah, yakni anak-anak. “Simulasi kebencanaan diikuti mulai dari usia lima tahun. Harapannya dapat pengurangi resiko korban bencana,” imbuhnya.

Baca :   Unik, BPBD Bandarlampung Keluarkan Jari yang Terperangkap Dalam Lubang Oli Mesin Motor

Terkait lokasi simulasi, ia menyebutkan dilakukan rutin paling sedikit sebulan sekali. Beberapa tempat yang menjadi sasaran literasi bencana yakni sekolah dan ruang bermain anak.

“Kita awalnya simulsi di SMAN 7, saat ini di Kalpataru dan akan rutin di sini. Kedepannya kita mulai ke SLB dan TK serta merambah ke pesisir pantai,” bebernya. (apr/sur)



Komentar

Rekomendasi