oleh

Terungkap, Modus Baru Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen dan Dilindungi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW III Lampung beserta LSM FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds dan Polres Lampung Tengah (Lamteng) berhasil menggagalkan pengiriman 130 jenis burung dilindungi dan tanpa dokumen lengkap, Jumat (18/10) sekitar pukul 05.45 WIB.

Hefrizon Zawahiri selaku Kepala seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu-Lampung mengatakan, penangkapan ratusan burung tersebut berdasarkan informasi bahwa akan ada pengiriman burung yang dilindungi dan tanpa dokumen dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan (Sumsel) ke Bandarlampung.

“Dari informasi itu kami pun langsung bergerak. Dan berhasil menghentikan pengiriman burung ini di wilayah Terbanggi Besar, Lamteng, ratusan burung ini ditaruh didalam kardus di sebuah mobil travel jenis Avanza warna Silver BE 1720 BF jurusan Lubuk Linggau-Bandarlampung,” ujarnya.

Setelah diperiksa, ada 132 ekor burung dan sebagian ada yang dilindungi. Di antaranya burung kacamata 50 ekor, Poksai Mandarin 15 ekor, Poksai Mantel 3 ekor, Poksai Hitam 7 ekor, Ekek Keling 3 ekor (dilindungi), Kapas Tembak 4 ekor, Serindit Melayu 6 ekor (dilindungi), Cica Daun Sayap Biru 24 ekor (dilindungi), Cililin 3 ekor (dilindungi), Cucak Rawis 17 ekor yang dikemas dalam 2 keranjang buah dan 12 Box Kardus.

“Saat ini kita masih melakukan pendalaman terkait penangkapan ratusan satwa ini. Untuk tujuan alamat pengirimannya sedang kami dalami akan ditujukan kemana. Artinya kita juga menahan kendaraan dan pengemudi dua orang termasuk supir dan kurirnya kita dalami apakah mereka sebagai alat pengangkut atau mereka jaringan,” ungkapnya.

“Statusnya masih dalam pendalaman. Jadi mereka ini menyelundupkan dengan modus baru lagi artinya mereka menggunakan travel selama ini dengan bus sekarang travel,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds Nabila Fatma mengapresiasi kerja tim gabungan ini. Menurutnya sinergi antar instansi pemerintah dan LSM dibutuhkan untuk mencegah maraknya penyelundupan burung dari Sumatera ke Jawa dengan modus yang semakin canggih.

“Ada dugaan burung-burung ini diambil dari kawasan konservasi, seperti Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa FLIGHT telah mengendus rute rute baru yang menjadi jalur penyelundupan burung Sumatera ke Jawa.

“Selama ini jalur penyelundupan burung Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni. Sekarang karena ketatnya patroli di sana penyelundup mencari rute-rute alternatif, salah satunya melalui Pulau Bangka,” tandasnya. (ang/sur)



Komentar

Rekomendasi