oleh

UMP Lampung Nomor Dua Terendah se-Sumatera

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perkiraan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung tahun 200 diprediksikan naik dari Rp2.240.646 menjadi Rp2.431.324. Hal ini didasari angka inflasi dan pertumbuhan nasional sebesar 8,51 persen, merujuk surat edaran bernomor B-M/308/HI.01.00/X/2019 ihwal penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2019, tertanggal 15 Oktober 2019.

Ya, Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri meminta kepada seluruh Gubernur mengumumkan besaran kenaikan UMP pada Jumat (1/11).

Meski ada kenaikan, tetap saja besaran untuk UMP Lampung urutan dua terbawah se-Sumatera. Jika berdasarkan perhitungan angka inflasi nasional tersebut, kenaikan dan jumlah tertinggi di Sumatera ada di Bangka Belitung, yakni sebesar Rp3.230.022 sementara terendah ada di Bengkulu yakni Rp2.213.604.

Prediksi Besaran Perkiraan UMP se-Sumatera tahun 2020
1. Bangka Belitung Rp3.230.022.
2. Nangroe Aceh Darussalam Rp3.165.030.
3. Sumatera Selatan Rp3.043.111.
4. Kepri Rp3.005.383.
5. Riau Rp2.888.563
6. Jambi Rp2.630.161
7. Sumatera Barat Rp2.484.041
8. Sumatera Utara Rp2.499.422
9. Lampung Rp2.431.324
10. Bengkulu Rp2.213.604

Sumber: Diolah dari berbagai data

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung Lukmansyah mengatakan, pekan depan akan melakukan pembahasan terkait besaran UMP tersebut.

Senada, Kasi OPP dan LHI sekaligus Sekretaris Dewan Pengupahan Provinsi Lampung Heny S Mumpuni mengatakan, pekan depan akan mulai melakukan pembahasan dengan berbagai pihak terkait besaran UMP. “Rencananya Selasa (22/10) kami rapat tentang UMP,” ujarnya.

Heny melanjutkan, dalam prosesnya nanti dari DP Provinsi akan menyerahkan hasil rapat kepada Gubernur Lampung melalui Biro Hukum untuk kemudian disahkan.

Mengenai Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK), Heny bilang masih ada empat daerah yang belum memiliki struktur Dewan Pengupahan. Yakni Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat.

“Ke empat daearah ini otomatis mengikuti besaran UMP. Pembahasan UMK setelah UMP disahkan,” kata dia.

Sementara, besaran UMK Bandarlampung tahun 2020 masih dalam pembahasan tim gabungan dewan pengupahan kota. Namun jika upah minimum provinsi (UMP) 2020 naik, terang Kepala Dinas Tenaga Kerja Bandarlampung Wan Abdul Rahman, UMK Bandarlampung gambarannya naik.

”Yaitu dari UMK tahun sebelumnya Rp2.445.141,15 menjadi Rp2.653.222,66 per bulannya. Ini jika mengacu kenaikan upah minimum provinsi sebesar 8,51 persen,” katanya kepada Radar Lampung, Jumat (18/10).

Diketahui, Menaker Hanif Dhakiri sudah merilis surat edaran soal penetapan dan nilai kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen atau lebih tinggi dari kenaikan UMP 2019 yang hanya 8,03 persen.

Kenaikan itu didasarkan data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2019. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 78 terkait Pengupahan, parameter di atas menjadi perhitungan kenaikan UMP tahun berikutnya.

Dijelaskannya, inflasi nasional tercatat 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen yang kemudian diakumulasi jadi besaran kenaikan UMP 2020. “Dengan demikian, kenaikan UMP dan atau UMK 2020 berdasarkan inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 8,51 persen,” ujar Hanif dalam surat edaran, Kamis (17/10).

Hanif juga menegaskan, sesuai pasal 63 PP No. 78 Tahun 2015, bagi daerah yang upah minimumnya pada 2015 masih di bawah nilai KHL wajib menaikkan upah minimum dengan kebutuhan hidup layak paling lambat pada 1 November 2019. (abd/sur)



Komentar

Rekomendasi