oleh

Ini Sembilan Alasan Pesantren Jadi Laboratorium Perdamaian

radarlampung.co.id – Pesantren adalah laboratorium perdamaian dan merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatan lil alamin. Islam ramah dan moderat dalam beragama.

”Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah, keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud,” kata Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat menyampaikan amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan dalam peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Nurul Islam, Dusun Kecapi, Desa Padangcermin, Padangcermin, Selasa (22/10).

Dendi menuturkan, ada sembilan alasan dan dasar pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Yaitu kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, metode mengaji dan mengkaji, para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian) serta pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri.

”Kemudian gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren, lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius, merawat khazanah kearifan local, prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren dan terakhir penanaman spiritual,” urainya.

Sampai hari ini, terus Dendi, komitmen santri sebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar. Sebab, mereka masih berpegang teguh pada kaidah hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman). (ozi/ais)



Komentar

Rekomendasi