oleh

Lima Pilar Sekolah Fransiskus Gambarkan Keragaman Adat

radarlampung.co.id- Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung yang menaungi seluruh sekolah Fransiskus menyiapkan generasi unggul melalui penguatan pendidikan karakter (PPK) sekolah Fransiskus yang dikemas dalam sebuah buku panduan PPK. Peluncuran buku tersebut bertepatan dengan perayaan 150 tahun kongregasi FSGM di dunia, Sabtu lalu.

Kepala Sekolah SMA Fransiskus Bandarlampung Sr.M.Pauli FSGM, mengatakan, sekolah-sekolah Fransiskus dibawah naungan Yayasan Dwi Bakti menerapkan konsep pendidikan karakter yang khas. Di mana, dalam Yayasan Dwi Bakti menyiapkan ruang-ruang bagi generasi millenial yang suka akan simbol dan wahana baru.

“Di sekolah fransiskus, kita tetap menggunakan budaya dan tradisi Indonesia, dan sekolah Fransiskus mengemas pilar-pilar karakter sekolah Fransiskus ke dalam lima rumah adat Indonesia. Di taman karakter Fransiskus, terdapat wisata edukasi karakter, dan budaya Indonesia. Lima rumah adat tersebut mewakili pulau-pulau besar di Indonesia,” ujarnya, Senin (21/10).

Sr. M. Pauli menjelaskan, lima rumah adat mewakili setiap pilar-pilar karakter sekolah Fransiskus, seperti rumah adat Lampung yang menggambarkan pilar pertama, yaitu jiwa dan DNA sekolah Fransiskus.

“Pilar ini menempa kami menjadi pribadi yang murah hati, sederhana, mencintai lingkungan, dan bersikap adil. Kemudian, pilar kedua digambarkan dari rumah adat joglo dari Pulau Jawa yang memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai. Pandawa lima dengan nilai-nilai kebenaran diharapkan ada pada masing-masing jiwa civitas akademika sekolah Fransiskus,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, rumah adat Kalimantan yang menggambarkan pilar ketiga, yaitu sikap dan sifat jujur. Di rumah adat Kalimantan, diharapkan stakeholder sekolah Fransiskus akan selalu hidup jujur dengan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Lalu, rumah adat Toraja dari Pulau Sulawesi yang mewakili sikap toleransi yang tinggi.

“Dan rumah adat Honai dari Papua, yang melambangkan pilar kelima, yaitu disiplin. Nilai-nilai karakter yang akan dibangun, kemandirian, tanggungjawab, ketertiban, ketekunan, dan ketaatan,” ungkapnya.

Sr. M. Pauli menambahkan, dengan peluncuruan buku panduan PPK dan taman karakter tersebut, Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung berharap makin dimampukan untuk menghantar anak-anak menjadi generasi yang unggul melalui pembiasan nilai-nilai hidup yang luhur. (rur/wdi)



Komentar

Rekomendasi