oleh

BBPKH Cinagara Latih 88 Petugas Paramedik Veteriner

radarlampung.co.id. – Sebanyak 88 peserta petugas paramedik veteriner mengikuti pelatihan Asisten Teknis Reproduksi (ATR) yang dilaksanakan Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Lampung Tengah di LEC Paramarta, Kecamatan Seputihbanyak. Pelatihan ini bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor.

Kasi Pembibitan dan Produksi Disnakbun Lamteng drh. Budi Prasetyo mewakili Kadisnakbun Taruna Bifi Koprawi mengatakan bahwa pelatihan ATR yang dilaksanakan bekerja sama dengan BBPKH Cinagara. “Kita kerja sama dengan BBPKH Cinagara. Ini kali pertama diadakan di Lampung. Ada 88 peserta yang mengikuti dari tiga kabupaten. Yakni 55 peserta dari Lamteng, 22 peserta dari Lampung Timur, dan 11 peserta dari Lampung Selatan. Pelatihan yang telah dilaksanakan ini terbagi menjadi dua sesi, teori dan praktik kandang. Sesi pertama 21-26 Oktober 2019 dan sesi kedua 26 Oktober-2 November 2019,” katanya Senin (28/10).

Sertifikat pelatihan, kata Budi, ditandatangani kepala BBPKH Cinagara. “Peserta akan menerima sertifikat yang ditandatangani kepala BBPKH Cinagara. Kita mengikuti aturan BBPKH Cinagara, termasuk RAB-nya. Jika pelatihan di BBPKH, peserta dikenakan biaya Rp6.100.000. Memang dianggarkan APBD Lamteng. Tapi nilainya tak sesuai dengan jumlah peserta. Secara swadaya, peserta diminta dana Rp2,5 juta,” katanya.

Sekretaris Disnakbun Lamteng Nur Rokhmad menegaskan bahwa Pemkab Lamteng sangat konsen dalam penanganan masalah gangguan reproduksi pada sapi. “Pemkab Lamteng konsen terhadap gangguan reproduksi sali. Salah satu langkah yang diambil dengan menggelar pelatihan ATR bagi para petugas yang selama ini mengabdi di wilayah Lamteng,” katanya.

Gangguan reproduksi yang dimaksud, kata Nur, sapi memiliki angka kelahiran rendah dengan jarak kebuntingan cukup lama. “Dengan pelatihan ini, para petugas diberikan materi ATR agar kompetensinya meningkat.  Apalagi sebagian besar petugas paramedik veteriner di Lamteng memiliki latar belakang pendidikan non peternakan. Pelatihan ini akan memberikan grade berjenjang untuk mendapatkan legalitas praktik,” tegasnya. (sya/wdi)

Komentar

Rekomendasi