oleh

Simak, Ini Lawan Kuat Petahana di Pilkada Pesawaran

RADARLAMPUNG.CO.ID – Beberapa nama muncul sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati dan wakil Bupati di Pesawaran. Berdasarkan informasi dihimpun, beberapa nama yang muncul sebagai balon bupati Pesawaran adalah Petahana Dendi Ramadhona, Ketua DPRD setempat M.Nasir, mantan Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putra, Panglima PETIR Fadhil Hakim, mantan Anggota DPRD Lampung Sahanah Lazuardi, dan Suryansah Ralip.

Sementara, untuk balon wakil Bupati, Eriawan (petahana), wakil ketua I DPRD Pesawaran yang juga ketua DPD PAN Paisaludin, kemudian Ketua DPD II Partai Golkar Pesawaran Yusak, Mustika Bahrum anggota DPRD Pesawaran, Rudi Irawan, Rudi Iskandar, dan Hermilsyah serta Ketua DPD NasDem Bandarlampung Naldi Rinara.

Pesawaran merupakan daerah penyelenggara pilkada yang memiliki petahana. Tentunya petahana memiliki kans yang kuat untuk kembali menjabat sebagai orang nomor satu di Andan Jejama itu. Beberapa waktu lalu mencuat bakal terjadi kepemimpinan yang sama yakni Dermawan jilid 2. Namun, tentunya dengan hanya bermodalkan lima kursi dari Demokrat, mengharuskan Dendi berkoalisi dengan parpol lain.

Hal itu terlihat pada saat pendaftaran di beberapa partai yang selalu bersamaan. Kecuali pada saat pendaftaran di partai Golkar Dendi Ramadhona terlihat sendiri.

“Pak Eriawan sedang mewakili saya di Jakarta, tapi beliau mengutus LO termasuk di PKB serta Nasdem. Dan saya izin dengan beliau (Eriawan) makanya saya duluan,” ungkap Dendi saat mendaftar di DPD II Golkar pada Rabu (9/10) lalu.

Diprediksikan, yang menjadi lawan beratnya adalah M. Nasir yang merupakan politisi PDI Perjuangan. Nasir memiliki peluang yang besar dan bargaining yang kuat lantaran PDI Perjuangan memiliki Sembilan kursi.

Pergerakan Nasir bias dibilang massif. Dia mengklaim sudah melakukan komunikasi dengan delapan partai politik (parpol). Hal itu diungkapkannya Jumat (4/10) di Gedung Koni Pesawaran.
Dalam pertemuan itu, Nasir bilang, salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan itu diantaranya membahas tentang kemajuan kabupaten setempat baik di DPRD maupun lainnya. Namun M. Nasir juga tidak menampik tentang adanya pembahasan koalisi Pesawaran Hebat.

“Niatan kami tentunya juga harus dapat dukungan dari DPD atau DPW provinsi dan DPP partai, karena masing masing partai tentunya memiliki kader terbaik untuk di majukan sebagai balonkada,” jelasnya
Dikatahui dalam rapat tertutup yang dilaksanakan di ruang Sekretariat KONI Kabupaten Pesawaran sekitar pukul 10.00 WIB itu, hadir ketua partai dan ketua fraksi atau pun perwakilan dari PDI Perjuangan, PAN, PKB, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, PBB.

Mengacu pada hasil pileg 2019 perolehan kursi terbanyak ada di PDI Perjuangan yakni 9 kursi, kemudian PAN 5 kursi, PKB 5 kursi, Demokrat 5 kursi Golkar 4 kursi, Nasdem 4 kursi, Hanura 2 kursi, PPP 2 kursi, dan PBB 1 kursi. \

“Kalau saya tidak direkomendasi dari PDI Perjuangan saya tidak akan mencalonkan diri sebagai bupati walaupun seluruh partai memberikan rekomendasi kepada saya,” kata M. Nasir beberapa waktu lalu.

Senada dengan M. Nasir, Eriawan pun memilki komitmen yang sama dengan tunduk terhadap keputusan partai. Jika M.Nasir di tetapkan sebagai bakal calon bupati yang direkom DPP PDI Perjuangan maka dirinya tidak akan maju mencalonkan diri sebagai wakil bupati.

“Hal itu sudah saya sampaikan kepada pak Dendi, dan pak Dendi sudah memahami garis partai kami,” ucapnya.

Sedangkan bakal calon bupati Aries Sandi DP yang juga mantan Bupati Pesawaran dan Fadhil Hakim juga berkeinginan kuat dan memilki keyakinan dapat diusung beberapa partai yang telah membuka penjaringan. Seperti halnya Fadhil Hakim, sudah mengklaim dukungan dari beberapa parpol seperti PDI Perjuangan, Golkar, dan PKB.

Jika merujuk pada pilkada 2015 lalu, meskipun Aries Sandi mendaftar melalui jalur independen, namun didukung oleh 3 parpol yakni Nasdem, PPP dan PBB. Karena kedekatan emosional dengan mantan bupati pesawaran periode 2010-2015 tidak menutup kemungkinan ketiga parpol tersebut memberikan rekomendasi kepada Aries Sandi pada pilkada 2021 ini.

Namun, keterwakilan kursi di DPRD pesawaran dari ketiga parpol tersebut masih belum memenuhi. Sehingga butuh koalisi parpol tambahan. Diketahui saat ini Nasdem di DPRD Pesawaran mendapatkan 4 kursi, PPP 2 kursi dan PBB 1 Kursi

Akademisi Universitas Lampung, Darmawan Purba menilai, pelaksanaan pilkada identic dengan petahana. Dimana, berdasarkan hasil pendataan peluang petahana untuk menang bisa diatas 60 persen. “Hal ini dengan catatan pemerintahan sebelumnya berhasil. Yang saya lihat, pembangunan di pesawaran pun biasa-biasa saja. Faktornya bisa dikarenakan beberapa hal. Sebab kondisi ekonomi makro secara nasional saat ini kurang menyenangkan. Sehingga berimbas kepada keuangan pemerintah daerah yang mempengaruhi terhadap maksimal atau tidaknya prohram kepala daerah,” jelasnya.

Darmawan melanjutkan, dengan kondisi yang ada saat ini calon yang bisa muncul akhirnya bisa tiga pasang. Dendi, Nasir dan Aries. Untuk petahana sendiri mau tidak mau harus berkoalisi dengan partai lain. “Tapi persoalannya ada system kawin paksa untuk mendapatkan rekomendasi dari parpol. Sebab pembentukan paslon harus hasil dari koalisi parpol. Sebenarnya tidak terlalu rumit, tapi jika tidak ada borong parpol, bisa sampai tiga calon kan bisa menarik kontestasinya,” kata dia.

Mengenai Nasir yang diprediksi akan menjadi lawan kuat dari petahana, dia menilai saat ini merupakan era pemilihan langsung yang bermuara kepada masyarakat. Dan parpol hanya menjadi syarat untuk terjun di kontestasi saja.

“Jadi sudah semestinya calon juga berfikir bagaimana menarik simpati masyarakat,” ucapnya. (abd/ozi/sur)



Komentar

Rekomendasi