oleh

Delapan Pendaftar Balon Kada Bakal Diuji

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejumlah nama mendaftarkan diri dan mengembalikan berkas sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung tahun 2020 melalui DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bandarlampung.

Untuk Balon Wali Kota, ada Eva Dwiyana Herman H.N. (Anggota DPRD Lampung), Rycko Menoza (Mantan Bupati Lampung Selatan), Amin Fauzi AT (Mantan Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung), Firmansyah Y Alfian (mantan Rektor IIB Darmajaya), M. Yusuf Kohar (Wakil Wali Kota Bandarlampung), dan Tulus Purnomo (anggota DPRD Lampung).

Kemudian, untuk balon wakil wali kota, ada Yonasyah (Pengusaha) dan Frans Agung Mula Putra (Mantan Anggota DPR-RI).

Ketua Desk Pilkada DPC PKB Bandarlampung Agung Zawil Afkar Al-Muhtad mengatakan, pihaknya sudah menyetorkan nama-nama balon yang mendaftar beberapa waku lalu ke DPW PKB Lampung.

“Proses di kota sudah, saat ini FPT ada di DPW berikut pemaparan visi-misi para balon,” ujarnya, Kamis (31/10).

Sementara, Ketua Desk Pilkada DPW PKB Lampung Hidir Ibrahim mengatakan, sebelum dilakukan FTP, pihaknya baka melakukan survei terhadap para balon yang mendaftar.

“Saat ini prosesnya masuk tahapan verifikasi berkas. Sebelum dilakukan FTP, dilakukan survei terlebih dahulu terhadap balon,” kata dia.

FPT, kata Hidir, nantinya dilakukan. Fit and Propertest menurutnya, gunanya adalah pemetaan secara penuh.

“Jika memang DPP melaksanakan hal sama ya ikuti saja. Sebab, bagaimana bisa melakukan verifikasi, pemetaan apalagi mengetahui visi-misinya jika tidak dilakukan fit and propertest. Hal ini dilakukan bukan untuk mengetes kemampuam Bacalon. Tapi, lebih kepada bagaimana komitmen cakada untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat di masing-masing daerah,” ucapnya.

Hidir menginformasikan, pelaksanaan survei terhadap balon dimulai November 2019. Kendati demikian dia belum memastikan apakah survei dilakukan menggunakan lembaga survei mandiri atau yang sudah terkoneksi dengan PKB.

Menurut Khidir, mulai November pihaknya akan melakukan survei di masing-masing wilayah yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 2020 mendatang.

“Bisa menggunakan lembaga survei yang ada di Lampung, bisa juga lembaga (survei) binaan kita, atau yang sudah terkomunikasi dengan PKB,” terangnya. (abd/sur)



Komentar

Rekomendasi