oleh

Perbanyak Edukasi Cegah Pernikahan Dini

radarlampung.co.id – Pernikahan di usia dini (muda) nyatanya banyak memberikan hal negatifbagi anak-anak yang notabene sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim mengajak semua pihak untuk mencegah dan memberikan edukasi terkait pernikahan dini dimulai dari keluarga.

Hal ini disampaikan Nunik -sapaan akrab Chusnunia- dalam Talkshow Edukasi Generasi Berencana Dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini Dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas di Ruang Abung, Balai Keratun, Pemprov Lampung, Jumat (1/11).

Menurut Nunik, pernikahan dini banyak sekali memunculkan efek negatif bagi remaja. Untuk itu, dia meminta untuk menggiatkan edukasi dimulai dari sekolah.

“Efek pernikahan dini ini luar biasa berat dan banyak menimbulkan efek negatif. Maka itulah mari sama-sama memberi edukasi seperti kita roadshow ke Kabupaten/Kota atau melakukan kegiatan seperti ini dengan sederhana yakni kita datang ke sekolah-sekolah, karena ini efeknya untuk generasi masa depan,” kata Nunik.

Nunik menyebut, faktor lingkungan terutama keluarga dan orang tua menjadi kunci pencegahan anak untuk melakukan pernikahan dini. Maka peran utama orang tua bisa menjadi benteng pencegahan terbesar.

Namun, pengetahuan tentang pernikahan di usia dini masih dianggap remeh sebagian masyarakat. “Bahklan da juga anggapan semakin cepat menikah semakin baik, yang tepat adalah pastikan memang sudah matang dari segi usia, psikologis dan juga pekerjaan,” katanya.

Karena itu, Nunik mengajak melakukan pencegahan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Bicara bonus demografi kalau kita tidak kelola dengan baik justru efeknya akan negatif. Indonesia sangat tergantung dari generasi muda kita, tongkat estafet pembangunan yang akan melanjutkan adalah generasi kita, kita punya tanggungjawab besar untuk menyelamatkan dan memastikan generasi kita adalah generasi yang berkualitas,” lanjut Nunik.

Hal ini juga diserukan Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Lampung, Anggit Wardoyo. Di mana, usia ideal melakukan pernikahan menurut BKKBN adalah 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria. Hal ini dinilai cukup matang dari berbagai aspek.

“Agar matang emosinya, ekonominya, psikologisnya, bagaimana sandang pangan papan tercukupi dan menjalankan syariat agama. Anak-anak masih dalam fase pendidikan lalu selanjutnya berkarir dan barulah berumah tangga. Generasi berencana adalah untuk menuju remaja yang berkualitas,” tandasnya. (rma/kyd)



Baca :   Pencairan DBH Triwulan III 2019 Menunggu Teken Gubernur

Komentar

Rekomendasi