oleh

Menjadi Pemuda Harapan Bangsa

HARI Sumpah Pemuda (HSP) ke-91 tahun 2019 yang bertemakan “Bersatu Kita Maju” menjadi momentum dalam menegaskan kembali Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 untuk mewujudkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan NKRI dimana pemuda menjadi pelopor, Berkomitmen bahwa dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

Perkembangan teknologi dan informasi memberikan kecepatan informasi yang mau tidak mau pemuda dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing tetapi bisa memberikan dampak yang negatif atas derasnya arus teknologi informasi bagi kaum pemuda. Informasi dan akses teknologi memunculkan hal yang berakibat fatal jikalau pemuda tidak dapat mengfilternya yang tidak sehaluan dengan nilai dan budaya bangsa kita seperti pornografi,narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme yang masuk dengan mudahnya.

Pemuda memiliki peran yang sangat penting untuk kemajuan bangsa dan ditangan pemuda lah Indonesia bisa lebih maju. Tema bersatu untuk maju dalam HSP ke-91 diperuntukkan untuk seluruh elemen bangsa dan pemuda mengambil perannya dengan memajukan Indonesia bahwa pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kreativitas,inovasi,mandiri, inspirasi sekaligus mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia.

Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses media jejaring sosial menjadi ruang berkumpul nya kaum muda lintas negara, agama,budaya dan lainya dalam berinteraksi sehingga memungkinkan kaum muda diharapkan untuk dapat berdaya saing dalam segala hal tentunya yang positif. Pemuda Indonesia adalah harapan bangsa dan masa depan bangsa yang pada masanya nanti akan muncul tokoh-tokoh muda dunia yang maju dan berani menaklukan dunia serta mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat revolusi mental sebagai karakter pemuda yang kokoh,kuat dan tangguh ikut serta dalam percaturan pemuda dunia.

Pemuda Indonesia yang baik merupakan pemuda yang merespon segala perkembangan kemajuan dengan tampil menjadi garda terdepan keluar untuk menatap masa depan bukan pemuda yang asyik masyuk, mabuk akan kejayaan dan romantisme masa lalu yang berpandangan bahwa sekadar sebagai proses lanjut dari masa kini yang akan tiba dengan sendirinya dan itu hal yang sangat mustahil.

Menjadi sebuah catatan penting ketika generasi terdahulu dapat keluar dari jebakan kesukuan, agama,ras dan budaya menuju persatuan dan kesatuan bangsa dalam wujud sumpah pemuda 1928 dan ini menjadi tugas kaum muda masa kini yang harus siap dan sanggup berpandangan ke depannya menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang serta lebih baik lagi dalam menjadi obor penyemangat pengabdian pemuda Indonesia yang ikut serta mengangkat martabat tanah air dalam kancah dunia internasional.

Salam Pemuda, Tabik!

 

Penulis : Aan Frimadona Roza, Pemuda Kabupaten Way Kanan Bergiat juga di Rumah Baca Yussuf-Baradatu.

 

Komentar

Rekomendasi