oleh

Ayo Bantu, Biaya Pengobatan Rico Masih Minus Rp20 Juta

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penggalangan dana yang dilakukan teman-teman kampus Rico Usman (19), mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang menderita TBC dan Meningitis belum juga mendapat hasil maksimal.

Hal itu dikatakan teman seangkatannya Herjuno Saputro yang mengaku hingga kini mereka terus berusaha menggalang dana, baik itu menggunakan media sosial ataupu secara langsung.

“Kita lakukan beberapa tindakan seperti galang dana di Kitabisa.com, kemudian melalui rekening saya atau meminta bantuan kepada donatur secara langsung dan berkeliling belum juga terkumpul cukup,” katanya, Minggu (3/11).

Menurutnya, Rico yang merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan itu membutuhkan sedikitnya Rp30 juta untuk membiayai pengobatanya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

“Yang terkumpul dari kitabisa.com sebanyak Rp5 juta, kemudian yang ada di rekening saya Rp2 juta, dan hasil keliling sebanyak Rp1,6 juta jadi masih kurang Rp20 jutaan lagi,” jelasnya.

Hingga kini pihaknya masih terus menunggu kerendahan hati darmawan untuk membantu Rico agar bisa sehat seperti sediakala.

“Ya mudah-mudahan bisa tercapai yang dibutuhkan keluarga, untuk dibayarkan ke rumah sakit,” tandasnya.

Ya, Rico Usman(19) membutuhkan uluran tangan donatur demi mengobati penyakit yang dideritanya. Tubuh kurus dan lemas pemuda asal Tanggamus itu terlihat begitu menyedihkan.

Berdasarkan pantauan radarlampung.co.id, sesekali Rico terlihat kejang-kejang karena penyakit TBC dan Meningitis yang dirinya rasakan sejak beberapa bulan lalu.

Ibu kandung Rico, Mia Agustina menerangkan jika anak pertamanya itu sudah dirawat di RSUDAM sejak seminggu yang lalu.

“Masuk ke sini Selasa lalu. Kata dokter komplikasi penyakitnya,” katanya saat ditemui di Ruang Melati RSUDAM.

Sejak dirawat Rico yang dikenal teman-temanya periang itu belum mendapatkan kemajuan apapun, justru mengalami kemuduran sulitnya berbicara.

“Saat awal masuk masih bisa, tapi sekarang seperti itu kondisinya tiba-tiba kejang, untuk sekedar minum dan makan sekarang pakai selang,” ungkapnya.

Sejak ditinggal almarhum ayahnya, Rico lah yang ikut membatu kebutuhan keluarganya. Diketahui sang ibu hanya buruh serabutan yang upahnya hanya bisa memberi makan ketiga anaknya.

“Rico waktu masih sehat dia kerja sambil kuliah, kebetulan dia mendapatkan beasiswa di kampusnya jadi bisa bantu orang tuanya juga, dan kalau sakit kalau punya uang baru berobat ke puskes,” terangnya.

Sambil menahan tangis, Mia mengaku kebingungam mencari dana untuk mengobati Rico yang tidak memiliki kartu BPJS itu.

“Mengurus BPJS kan tidak semudah itu, untuk tiga hari perawatan sudah dibayarkan satu malamnya Rp1,5 juta, dan sekarang hanya boleh menginap tetapi tidak dapat obat yang lengkap karena belum membayar,” timpalnya.

Dirinya berharap ada dermawan ataupun pemerintah yang bisa membantu anak laki-lakinya itu.

“Maunya cepet sehat, saya takut harapanya tipis kalau begini terus,” tandasnya. (mel/sur)



Komentar

Rekomendasi