oleh

Ingat, Dinding Penahan Sampah TPA Bakung Wajib Kelar Bulan Ini

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembuatan dinding penahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung telah memasuki 70 persen dari ditarget selesai akhir November 2019.

Konsultan Pengawas Pembuatan Dinding TPA Bakung dari CV Dwi Arta Komang mengatakan, progres pengerjaan telah tengah mencapai 70 persen penyelesaian dati target akhir November 2019.

Adapun pengerjaan berupa pembuatan struktur dinding, sedangkan pondasi secara keseluruhan telah rampung. “Kalau bagian bawahnya sudah selesai dikerjakan. Tinggal naik kedindingnya dan ditargetkan selesai akhir bulan ini,” katanya, Minggu (3/11).

Menurutnya, tak ada kendala berarti dalam mengerjakan dinding penahan sampah tersebut. Namun, dirinya khawatir jika terjadi hujan. Sehingga pengerjaan harus segera kelar.

Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. sebelumnya mengungkapkan bahwa pembangunan dinding tersebut bertujuan agar sampah yang berada di TPA Bakung tidak mengalami longsor ke pemukiman warga.

Dengan demikian, dirinya meminta pengerjaan dapat selesai sebelum Desember 2019. “Target penyelesaian pengerjaan ini tak sampai satu bulan selesai,” ujarnya.

Bahkan, dia telah memerintahkan camat agar mengawasi pengerjaan segingga dapat dikerjakan siang dan malam. “Saya tidak mau tahu harus cepat selesai pengerjaannya,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bandarlampung Iwan Gunawan menerangkan bahwa kontruksi bangunan dinding itu memiliki panjang 60 meter dengan tinggi sekitar 13 meter.

“Tiga meter pondasinya dan sepuluh meter dari dasar tanah. Untuk ketebalan lima meter dan di atas dua meter dan nanti ada pipa-pipa untuk air keluar,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, TPA Bakung juga akan dibangun saluran drainase dan kolam leachate (lindi) sebagai penyaring rembesan air sampah yang berbahaya agar tidak mencemari lingkungan warga.

Untuk pengerjaan drainase dan kolam leachate akan dimulai pada 2020 dengan pagu anggaran Rp4 miliar sampai Rp5 miliar.

“Anggarannya sedang disusun konsultan. Spesifikasinya, rembesan air sampah akan masuk ke lubang yang ada di dinding penahan sampah, lalu merembes ke saluran drainase dan kolam lindi, saat masuk ke saluran umum sudah dalam kondisi baik dan tidak membahayakan warga,” urainya. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi