oleh

Ini Hambatan Perbaikan dan Penambahan Ruang Kelas di Pesawaran

radarlampung.co.id – Sejumlah persoalan menjadi hambatan dalam perbaikan dan penambahan ruang kelas sekolah di Pesawaran. Mulai dari tidak sinkronnya data pokok pendidikan (dapodik), adanya penerapan sistem zonasi hingga kurangnya koordinasi sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Disdikbud Pesawaran Pauzan Suaidi mengatakan, pihaknya belum menginventarisasi karena adanya penerapan zonasi. Ini menyebabkan peserta didik melebihi target setelah adanya zonasi.

”Nah, kaitan kekurangan ruangan (SD 20 dan SDN 4 Way Ratai, Red) apakah ada laporan dari sekolah? Pihak sekolah juga salah. Bukan saya memojokkan. Makanya harus ada koordinasi yang baik,” tegas Pauzan Suaidi, Kamis (7/11)

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan mapping terhadap kondisi sarana prasarana dan infrastuktur sekolah di Pesawaran. Ini masuk database yang memuat data sekolah mana saja yang perlu penanganan, penambahan RKB dan perbaikan.

”Sudah kita ajukan sejak awal 2019. Namun saat ini terkendala, karena sistemnya berubah. Karena akhir 2019 ini, database yang ada di kita harus sama dengan dapodik di sekolah. Kadang kala dapodik di sekolah menjadi hambatan. Sebab dapodik mereka kirim ke pusat, tapi tidak dikirim ke dinas sehingga tidak sinkron,” urainya.

Untuk itu, salah satu  upaya yang telah dilakukan adalah membangun sistem website di seluruh sekolah. Tujuannya agar website sekolah terkoneksi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kalau sinkronisasi tidak pas, otomatis dengan pusat juga tidak sinkron dan itu memengaruhi. Selain itu, masih ada saja wilayah yang membandel untuk menyinkronkan dapodik dengan website di dinas. Maka dampaknya akan dirasakan dalam satu tahun ke depan,” tandasnya.

Untuk sekolah di wilayah register, Pauzan menyatakan sudah menginformasikan ke sekolah tersebut agar direlokasi. ”Sudah pernah kita sampaikan ke pihak sekolah. Bahwa sekolah yang berada di register direlokasi. Kita akan duduk bersama. Mulai kepala sekolah, kepala desa dan pihak terkait untuk relokasi,” sebut dia. (ozi/ais)



Komentar

Rekomendasi