oleh

Dilaporkan ke DKPP, Kediaman Esti Nur Fathonah Lengang

radarlampung.co.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Esti Nur Fathonah dilaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung dan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh mantan anggota Tim Seleksi (Timsel) KPU Lampung Budiono.

Laporan tersebut terkait praktik dugaan penipuan. Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, Esti tak berhasil dikonfirmasi menyusul adanya laporan tersebut.

Radarlampung.co.id coba menghubungi Esti melalui sambungan telpon sejak beberapa hari lalu, namun hingga saat ini Esti tak merespon. Kemudian wartawan menyambangi kediamannya yang tertulis sesuai alamat resmi KPU, yakni di Jl. Mawar, RT 03, RW 03, Desa Sidoarjo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (9/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Sayangnya hingga pukul 22.00 WIB, rumah kediaman Esti yang bercat hijau tersebut tampak kosong dan tak berpenghuni.

Siti (45), salah satu tetangga Esti menjelaskan, komisioner KPU Lampung tersebut sudah dua hari ini tidak terlihat. “Dia sudah dari Jumat kemarin sampai sekarang sudah enggak disini lagi. Dan informasinya dia di Bandarlampung. Tapi Kamis kemarin ada ibunya, enggak lama dia pulang ke Kalianda,” katanya kepada radarlampung.co.id.

Menurut Siti, Esti sendiri memang tidak sering bergaul ke para tetangga-tetangganya. “Dia ini jarang orangnya juga bergaul sama warga sekitar. Enggak kayak kita orang ini. Dia orang penting jadi sering pergi, dia ngobrol juga jarang, kalau ada kepentingan saja baru ngobrol,” jelasnya.

Sementara itu, mantan anggota Tim Seleksi (Timsel) KPU Lampung Budiono mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu respon dari KPU RI dan DKPP

“Kami berharap dalam pekan ini bisa secepatnya dipanggil, karena kan masalahnya menyangkut juga kabupaten dan kota. Dan korbannya ini ya kasian. Dia mau membongkar dan menyerahkan ke saya, jangan-jangan dia mau ngebongkar ini malah enggak jadi. Padahal dia nilai tes kumulatifnya juga bagus, paling tinggi, tadinya dia sengaja ngebuka (kasus, red) ini. Sementara yang lain enggak mau buka ini. Sedangkan dia berani, seharusnya KPU RI dan DKPP harus melindungi dia, kebenarian seperti ini harus diapresiasi,” jelasnya.

Bahkan, Budiono menyatakantidak menutup kemungkinan dirinya akan melaporkan juga kasus ini ke Polda Lampung beberapa pekan ke depan.

“Untuk sementara nanti akan kita pelajari dulu baru nanti akan kita ajukan ke Polda Lampung. Kita sedang pelajari bukti-buktinya lagi dan kuat kan lagi, sementara pelapornya juga kan saya mewakili pelapornya,” tandasnya.

Budiono berharap agar para korban lainnya bisa bersuara. Agar kasus ini tidak terjadi lagi ke depannya. “Ya kita harapkan ada korban lagi yang bersuara seperti ini, kita mengimbau agar bisa mengungkapkan ke LBH Bandarlampung agar terciptanya organisasi yang bersih,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dugaan praktik penipuan mencuat dalam proses rekrutmen komisioner KPU Tulangbawang (Tuba). Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers di LBH Bandarlampung, Jumat (8/11).

Dalam konferensi pers tersebut, mantan anggota Tim Seleksi (Timsel) KPU Lampung Budiono mengaku dirinya menjadi pelapor dan saksi. Dirinya bersama LBH sudah melaporkan hal ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dia menceritakan, salah satu calon komisioner KPU Tuba berinisial V mengalami kerugian Rp100 juta. Itu setelah uang tersebut menurutnya diserahkan kepada oknum calon komisioner KPU Pesawaran berinisial L. Kisruh ini juga, kata dia, diduga melibatkan Komisioner KPU Lampung berinisial EN.

Budiono melanjutkan, menjadi pelapor dan saksi lantaran pada Minggu (3/11) dirinya didatangi G, suami dari salah satu calon komisioner KPU Tuba. Dalam pertemuan tersebut, G mengungkapkan istrinya ditipu oleh salah seorang komisioner yang juga ikut seleksi.

“Saat itu G bercerita, sang istri tidak akan bisa jadi komisioner lantaran tidak diajukan. Karena V terdata di SIPOL (Terlibat dalam Parpol). Jika ingin lulus, harus menyiapkan uang sekitar Rp150 juta,” bebernya di hadapan awak media. (ang/kyd)



Komentar

Rekomendasi