oleh

Perda Pesbar Ancam Tutup Usaha, Petambak Menjerit

radarlampung.co.id – Para pemilik tambak di wilayah Pesisir Selatan dan Lemong Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), Provinsi Lampung mengajukan keberatan pada Peraturan Daerah (Perda) Pesbar No. 8 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah yang berpotensi menutup usaha tambak.

Andi Handoyo, salah satu pemilik usaha Andi Handoyo Farm mengaku, aturan tersebut berimbas kepada penutupan atau alih fungsi lahan usaha tambak. “Ini berkaitan dengan Perda tata ruang di Pesisir Barat, karena katanya usaha tambak kami berada di zonasi wisata,” katanya kepada Radarlampung.co.id, Sabtu (9/11).

Menurutnya, Pemkab Pesbar memberikan waktu hingga 29 November 2019 untuk mengalihfungsikan lahan tersebut. Hal ini membuatnya merasa dirugikan lantaran telah melakukan investasi besar serta tidak adanya sosialisasi dari Pemkab Pesisir Barat terkait program pemerintah untuk mengalihkan fungsi tambak menjadi lahan wisata.

Atas rencana penutupan tersebut, pihaknya bersama Ikatan Petambak Pantai Barat Sumatera (IPPBS) dan Forum Komunikasi Praktisi Akuakultur (FKPA) Lampung berencana untuk melakukan upaya hukum sesuai aturan Undang-undang.

“Sebab dampak penutupan ini tidak hanya berimbas pada kami sebagai pelaku usaha, tapi juga karyawan yang 60 persen merupakan masyarakat di sekitar lahan tambak. Karena kami sedikit banyak juga turut membantu perekonomian disana,” ujarnya.

Terlebih, sambung Andi, para pengusaha tambak telah ikut menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bergabung dalam CSR. Seperti perbaikan jalan, pembangunan jembatan, hibah tanah kepada nelayan dan lain sebagainya.



Komentar

Rekomendasi