oleh

Kuota Penerimaan CPNS Lamteng 2019 Turun

radarlampung.co.id. – Dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) 2019, kuota Pemkab Lampung Tengah mengalami penurunan dibanding 2018. Jika Lamteng dalam penerimaan CPNSD 2018 mendapat kuota 642, tahun ini turun menjadi 480.

Kepala BKPSDM Lamteng Candra Puasati menyatakan kuota yang diterima dari pusat 480. “Dapat kuota 480. Turun dibanding 2018, di mana Lamteng mendapat kuota 642,” katanya.

Dari kuota 480 ini, kata Candra, masih didominasi guru. “Dominasinya guru kelas SD. “Masih didominasi guru. Yakni guru kelas SD 391, kesehatan 39, dan penyuluh pertanian 50,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan pengajuan usulan CPNSD 2019 dimasukkan satu-satu yang diprioritaskan honorer. “Usulannya satu-satu yang mana diprioritaskan honorer guru dan tenaga kesehatan. Semua daerah mengusulkan. Berebut. Usulannya juga secara online. Kita hanya bisa masukan usulan,” katanya.

Loekman mengatakan pemerintah daerah tak punya wewenang apa-apa. “Semua kewenangan pusat. Jadi bagi yang belum ter-cover harus bersabar. Kita terus berjuang agar semua honorer di Lamteng bisa diterima semua sebagai ASN,” katanya.

Diketahui dari penerimaan CPNSD 2018, Lamteng mendapat kuota 642. Dalam pelaksanaannya ada 52 formasi yang tidak terisi. Formasi tidak terisi terdiri atas 38 tak ada pelamar dan peserta tidak lolos SKD atau tidak memenuhi nilai kumulatif SKD ada 14. Sedangkan kuota 642 dalam penerimaan CPNS 2018 terdiri atas guru kelas SD pendidikan S-1 PGSD sebanyak 192. Kemudian guru agama Islam 25, Penjasorkes 30, Bahasa Indonesia 11, matematika 11, bahasa Inggris 10, BK 12, IPS 2, PPKn 1, seni dan budaya 3, serta IPA 3. Totalnya 300 guru.

Lalu kesehatan sebanyak 251 dengan terbanyak perawat. Perawat paling banyak 62, administrasi kesehatan 1, bidan 12, asisten apoteker 22, nutrisionis D-3 18, sanitarian 18, perawat gigi 23, nutrisionis S-1 22, penyuluh kesehatan 10, apoteker 3, dokter ahli 28, dokter gigi 30, serta entemolog kesehatan, fisikawan medis, fisioterapis, radiografer ahli, dan radiografer terampil masing-masing 1. Tenaga teknis ada 60 orang. Khusus honorer K2 sebanyak 31 orang prioritas guru.

Kemudian dalam seleksi PPPK, ada 289 dari 471 peserta tes dinyatakan lulus karena memenuhi nilai ambang batas sesuai ketentuan Peraturan Menpan RB No.4/2019. (sya/wdi)



Komentar

Rekomendasi