oleh

Ingat, Tangkap Ikan Pakai Alat Setrum, Nelayan Ikut Rugi

radarlampung.co.id-Mencari ikan dimusim kemarau biasanya lebih mudah. Bahkan, musim kemarau kadang diasumsikan sebagai musim panen ikan.

Namun Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mesuji Ardi mengimbau kepada masyarakat agar tidak mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang. Seperti menggunakan racun, menyetrum dan hal dilarang lainnya yang bisa merusak lingkungan.

“Musim kemarau ini biasanya lebih mudah dalam menangkap ikan. Namun diharapkan jangan menangkap ikan dengan cara dilarang. Gunakan alat tangkap ikan yang ramah akan lingkungan,” kata Ardi Saat berbincang dengan Radarlampung.co.id Minggu (10/11).

Ia menambahkan, kedepan pihaknya akan membentuk kelompok masyarakat pengawasan. Tugas para pengawas jika menemukan masyarakat yang menangkap ikan dengan merusak lingkungan segera bisa dilaporkan.

Menurutnya dampak akibat penggunaan alat tangkap yang dilarang itu dapat merusak ekosistem sungai. “Kalau ekosistem sungai itu rusak, maka yang rugi adalah para nelayan sendiri. Karena ikan-ikan akan semakin sulit dicari,” ujar dia.

Bahkan, lanjut dia, penggunaan alat tangkap ikan seperti alat setrum dapat membuat ikan-ikan kecil menjadi mati. “Yang besar ditangkap dan yang kecil tidak bisa berkembang biak. Siapa yang rugi kalau begitu Pastinya nelayan juga yang rugi. Termasuk dengan cara diracun itu mati semuanya sampai yang kecil-kecil,” tandasnya.

Selain itu pihaknya juga tengah menggodok Perda tentang larangan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. “Sambil menunggu perda kita sudah melakukan sosialisasi tentang larangan menangkap ikan dengan cara yang kita sebutkan tadi di seluruh kecamatan yang ada di Mesuji yang pasti door to door,” katanya. (muk/wdi)



Komentar

Rekomendasi