oleh

Debit Air Bukit Kluwek Turun hingga 70 Persen

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sedikitnya 30 Kepala Keluarga di Kelurahan Durianpayung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat (TkP) berharap ada bantuan perbaikan sumber air yang berada di bukit Kluwek.

Hingga saat ini warga mengandalkan sumber air itu alakadarnya lantaran mengalami penurunan debit hingga 70 persen dari biasanya. Bahkan, bantuan sumbur bor BNPB, sejak dibangun 2012 tidak layak pakai karena menimbulkan bau dan berwarna putih.

Hal itu diungkapkan Makroji (66) warga setempat saat ditemui dikediamannya, Selasa (12/11). Menurutnya, selama ini 30 kepala keluarga bergantung pada sumber mata air dari bukit, karena tidak teraliri PDAM.

“Kami 30 kepala keluarga ini tidak menggunakan air PDAM, andalannya ya dari bukit itu. Kami bikin sumur dengan kedalaman 1 sampai 2 meter dengan diameter 60 cm, tapi karena kemarau panjang tinggi airnya cuma 60 cm,” katanya.

Ia menambahkan, dengan air yang minim tersebut 30 kepala keluarga itu masih sangat kekurangan air untuk kebutuhan harian. Karena itu, Makroji berharap ada pembangunan lebih layak lagi agar sumber air tersebut dapat memenuhi kebutuhan warga.

Lebih lanjut, dirinya menyayangkan adanya pembangunan sumur bor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2012 yang merupakan bantuan dampak bencana kekeringan dikelurahan tersebut yang menjadi sia-sia, karena airnya tak layak dipakai.

Berdasarkan pantauan Radarlampung.co.id, pembangunan sumur bor itu bersebelahan langsung dengan drainase warga yang penuh dengan limbah rumah tangga dan bau. (apr/kyd)



Komentar

Rekomendasi