oleh

Perilaku Rusa Sambar di Unila dan Rusa Timor di Tahura WAR

GUNA mengapresiasi dan memotivasi dosen melakukan riset sekaligus berbagi manfaat kepada masyarakat, SKH Radar Lampung dan radarlampung.co.id bekerja sama dengan Universitas Lampung untuk memublikasikan hasil-hasil riset pilihan.

 

KURANG kerjaan? Mengamati perilaku satwa liar buat sebagian orang adalah pekerjaan ’’kurang kerjaan”. Tetapi buat mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (Unila) apalagi dosennya, pengamatan perilaku harian rusa sambar dan rusa timor menjadi kegiatan riset yang menarik dan menantang.

Enak mengamati rusa sambar dan rusa timor di Unila yang jumlahnya kurang dari 15 ekor. Mulai mumet mengamati rusa timor di Tahura WAR (Wan Abdul Rachman) yang jumlahnya kurang dari 50 ekor.

Ada metode penelitian yang diakui oleh dunia untuk mengamatinya. Yaitu metode scans sampling dan metode focal animal sampling.

Pada satwa liar yang jumlahnya sedikit satu atau dua ekor maka peneliti menggunakan metode focal animal sampling. Metode ini fokus pada satu ekor atau dua ekor dan konsentrasi penuh terhadap semua gerakan tubuh. Setiap perubahan perilaku dicatat jamnya dengan menyesuaikan perilakunya.

Metode scans sampling digunakan oleh peneliti untuk jumlah satwa liar yang banyak. Scans merupakan pengamatan langsung mendeteksi semua yang terscans oleh mata.

Baca :   44 Insyiur PPI Unila Dikukuhkan

Satu kali pengamatan pada interval waktu tertentu maka kita mencatat secara cepat apa perilakunya dan berapa ekor yang melakukan perilaku tersebut. Misal pada pukul 09.30 pagi enam rusa makan, tujuh rusa istirahat dan sepuluh rusa bergerak.

Menggunakan rumus untuk analisis waktu dan analisis perilaku, maka akan diperoleh nilai tertinggi perilaku setiap jam nya, apa saja perilakunya. Pengamatan perilaku harian ini menarik, tapi menariknya untuk apa?

Pengelola membutuhkan perilaku detail pergerakan untuk mengidentifikasi apakah rusa tersebut sehat atau tidak.

Pengelola membutuhkan kapan diperlukan pemberian vitamin atau pakan tambahan dari hasil perilaku harian.

Pengelola bisa memberikan macam macam treatment dengan data dasar perilaku harian. Pengelola bisa waspada dan hati hati pada perilaku satwavliar yang tidak normal. Pengelola bisa mengetahui melalui perilaku harian kapan satwa liar ini bereproduksi dan berperilaku sexual dengan lawan jenisnya.

Pembaca, mari bayangkan bahwa kita mengikuti aktifitas seorang petani sejak bangun tidur, mandi, berjalan, sarapan, mencangkul, meminum air, makan siang, mencangkul lagi, makan sore dan pulang untuk istirahat.

Dari perilaku petani itu kita bisa mengetahui bahwa jam makan siangnya adalah jam sebelas, waktu bekerjanya jam delapan pagi sampai jam sebelas lalu kerja lagi jam satu sampai jam empat sore kemudian istirahat. Perilaku harian petani perlu diketahui agar kalau peneliti mengundang petani tidak di waktu kerjanya tetapi di malam hari saat mereka santai di rumah. Bila pemerintah mau memberi bantuan pupuk maka sebaiknya saat petani sedang bekerja di sawah.

Baca :   44 Insyiur PPI Unila Dikukuhkan

Hal itu adalah ilustrasi mudah tentang gunanya pengamatan perilaku harian. Hasil penelitian di dua lokasi ini perilaku yang utama mendominasi adalah perilaku bergerak dilanjutkan dengan perilaku istirahat dan perilaku makan.

Perilaku harian yang lain juga ditemukan seperti perilaku melindungi anak, perilaku defekasi tinja, perilaku urinasi, perilaku mempertahankan teriyori, perilaku sexual atau mating, perilaku atraksi menarik lawan jenis dan lain lain.

Aspek penilaian perilaku harian satwa penting dilakukan. Aspek ini tidak boleh dipandang sebelah mata apalagi dianggap “kurang kerjaan”. Karena akan menjadi dasar diambilnya berbagai keputusan oleh pengelola, LSM, pemerintah dan masyarakat sekitar hutan serta civitas akademika seperti mahasiswa dan dosen terhadap upaya konservasi rusa sambar dan rusa timor Indonesia. (*)

 

Penulis: Dr. Hj. Bainah Sari Dewi, S.Hut., M.P., I.P.M.

(Dosen Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila)

 

 



Komentar

Rekomendasi