oleh

Dimosi, Irfan Nuranda Djafar : Terserah!

radarlampung.co.id – Irfan Nuranda Djafar tidak memperdulikan upaya DPD yang memosi tidak percaya dirinya, sehingga menginginkan dia dipecat oleh DPP PAN sebagai Plt Ketua DPW Lampung. “Enggak ada masalah, terserah, ya biarkan saja, itu hak mereka, silahkan saja,” kata dia, Selasa (12/11)

Dia mengaku sudah menjalankan amanah dari DPP terkait pengembalian lima ketua DPD di kabupaten/kota. Hanya saja memang terkait Bandarlampung dilakukan pergantian kembali.

Dia mengaku mempersilahkan semua DPD melakukan aksi apapun terhadap dirinya. Termasuk, rencana ke 10 DPD berangkat untuk menghadap DPP Selasa (12/11) malam.

Dia juga mengaku pasrah apabila memang nantinya DPP mengeluarkan putusan untuk tidak menunjuk dia lagi sebagai Plt Ketua DPW PAN Lampung.

“Saya tegaskan tidak ada persoalan kok. Kalau DPP masih mau memakai saya silahkan, enggak juga tidak apa-apa. Lagipula saya juga tidak pernah meminta posisi apapun. Saya tidak minta jabatan ini dan itu. Saya duduk sini juga tidak membayar apapun kok,” kata dia.

Sebelumnya, Sepuluh DPD dan 1 MPP PAN se-provinsi Lampung, memosi tidak percaya kepada Plt Ketua DPW PAN Lampung Irfan Muranda Djafar. Ke sepuluh DPD tersebut adalah Bandarlampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Metro, Pringsewu, Pesisir Barat, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Waykanan.

Baca :   Soal Calonkada Eks Koruptor, NasDem Tolak, PAN Ikut Aturan

Ke sepuluh DPD ini bakal mengirimkan delegasi pengurus ke DPP Pan Selasa (12/11) malam.

Ketua DPD PAN  Lampung Selatan,  Ahmad Fithoni Hasan mengungkapkan,  sikap mosi ini dilakukan karena kearogansian Irfan Nuranda Djafar yang sudah bertindak diluar kewenangan dan tidak menuruti perintah DPP.

Salahsatunya terkait surat DPP  bernomor PAN/A/K-SJ/093/IX/2019 tentang instruksi kepada DPW PAN Provinsi Lampung agar tidak ada pemberhentian lima Ketua DPD dan tak mengangkat Pelaksana Tugas (Plt).

“Sikap ini kami lakukan karena dia tidak mengikuti perintah DPP. Sama saja itu membangkang putusan DPP. Karenanta kami juga tidak mengakui dia sebagai Plt Ketua DPW Lampung. Kami mendesak agar segera diganti, ” tandasnya,  Selasa (12/11).

MPP DPW PAN Yulius Irsa, mengatakan jika memang konflik ini tidak disudahi mala akan menurunkan nilai kepercayaan tergadap PAN di Lampung. Terlebih saat ini beberapa daerah di Lampung,  menjadi penyelenggara Pilkada. “Tentunya PAN yang akan rugi. PAN tidak akan dilirik oleh calon. Kami meminta DPW patuhi lah instruksi DPP” kata dia.

Baca :   Soal Calonkada Eks Koruptor, NasDem Tolak, PAN Ikut Aturan

Dia juga menilai Irfan merupakan biang kerok dari konflik yang ada di PAN. Di mana,  saat pencopotan lima ketua DPD beberapa waktu lalu dinilai tidak mendasar dan dicurigai ada maksud-maksud tertentu. “Saat pencopotan surat keluar itu hanya beberapa hari saja sebelum pelantilan DPRD. Kemudian isu yang diangkat tidak mendasar. Beberapa keputusan yang diambil bukan berdasarkan hasil rapat meskipun upaya pemecahan masalah melalui rapat bersama, ” kata dia.

Dia juga meminta DPP agar secepatnya mengganti posisi Plt Ketua DPW PAN Lampung dengan sosok yang pas. “Artinya bisa DPP menunjuk kader atau struktur di DPP. Jadi orang yang menjadi penguris pada level setingkat diatas DPW, ” imbuhnya.

Selain 10 DPD dan Satu MPP DPD kabupaten/kota,  mosi tidak percaya terhadap Irfan juga didukung oleh lima dari tujuh anggota fraksi PAN DPRD Provinsi Lampung. Diantaranya,  Ahmad Fithoni Hasan,  Joko Santoso,  dan Abdulah Surajaya.

Sementara,  Irfan belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Radar Lampung coba menghubungi melalui sambungan telepon dan What’s App nya namun belum direspons.  (abd/wdi)



Komentar

Rekomendasi