oleh

Prestasi BTP

radarlampung.co.id – “Orang berprestasi cenderung sukses ditempatkan di mana pun”.

Itu sering saya ucapkan di mana-mana. Di berbagai forum. Terutana forum SDM. Atau di depan kuliah umum di kampus.

Kesimpulan itu datang dari pengalaman panjang –30 tahun menggeluti dunia manajemen. Baik di orsos, pesantren, di perusahaan swasta, di BUMN.

Apakah Ahok –ups, maafkan– apakah BTP itu orang berprestasi?

Sehingga akan ditempatkan di salah satu BUMN?

Rencana itu sangat sangat baik. Kalau BTP memang dianggap orang yang selama ini berprestasi. Lepas siapapun ia. Apa pun pendidikannya. Di mana pun perjalanan karir sebelumnya. 

Bagaimana kalau ada penilaian BTP itu hanya berprestasi dalam membuat kehebohan? 

Terserah yang menilai dan yang diberi nilai. 

Tapi kalau benar begitu penempatannya di BUMN merupakan sebuah perjudian. Kalau penempatannya di BUMN besar berjudiannya juga besar.

Apakah BUMN sebuah perusahaan yang layak diperjudikan?

Tergantung pemiliknya.

Mungkin saja sang pemilik menilai BTP itu orang yang berprestasi.

Perusahaan itu ditentukan sepenuhnya oleh pemegang saham mayoritasnya.

Kenapa sudah heboh –padahal itu baru tingkat rencana? Faktanya pun baru dua: BTP dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir. Lalu BTP mengatakan –bukan menteri yang mengatakan– bahwa dirinya dipanggil untuk ditempatkan di salah satu BUMN.



Baca :   Dijual Tidak

Komentar

Rekomendasi