oleh

Sekop Baru, Program Anyar Polinela Tindaklanjuti Edaran Gubernur

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebagai wadah komunikasi dan melaksanakan edaran Gubernur Lampung yang menetapkan hari Jumat sebagai hari minum kopi, Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) membuat sebuah program bernama Sekop Baru (Seruput Kopi Bersama UPPM).

Ya, program itu menindaklanjuti ajakan minum kopi yang tercetus melalui surat edaran Gubernur No. 045.2/2708.A/V.20/2019.

Sekop Baru merupakan wadah diskusi para pakar dari berbagai ilmu di Polinela, dan mulai berlangsung sejak Jumat (15/11) dan akan terus berlanjut setiap Jumat.

Pada pertemuan perdana itu hadir tiga pakar dari berbagai bidang ilmu di antaranya Ilmu Perkebunan menghadirkan Ir. Joko SS Hartono, M.Si. sebagai ahli kakao dan kopi.

Lalu ada dari Ilmu Peternakan Riko Noviadi, S.Pt., M.Si (Sebagai ahli bidang nutrisi dan perunggasan). Dan dari Ilmu Perikanan oleh Pindo Witoko, S.Pi., M.P sebagai ahli bidang perikanan dan kelautan.

Ketiga pakar itu melakukan diskusi bersama didampingi kepala UPPM  Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si.

Sebagai ahli kakao dan kopi Polinela, Joko menyampaikan bermacam isu-isu perkembangan keilmuan di setiap bidang, yang tentunya menarik untuk dibicarakan. Salah satunya adalah perkembangan kopi di Lampung.

Sebagai salah satu produk unggulan Lampung, kopi memiliki trend positif beberapa tahun belakangan ini. Perkembangannya telah mampu membawa Lampung sebagai sentra kopi dunia.

Akan tetapi masih ada masalah dalam sektor hulu kopi, mulai dari kapasitas produksi yang masih kurang optimal, hama penyakit sampai pada pengelolaan tata guna dan pemupukan lahan dengan pupuk kimia menjadi masalah tersendiri.

Pemakaian pupuk sintetis, pestisida, dan herbisida dinilai tidak bijaksana. “Ini merupakan pekerjaan rumah tersendiri bagi perguruan tinggi, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas kopi Lampung,” jelasnya.

Di bidang Peternakan, Riko memaparkan bahwa unggas pedaging, petelur, dan sapi potong masih menjadi primadona.
Kecanggihan teknologi membawa perubahan cukup besar dengan mendobrak stigma pemeliharaan sapi perah yang hanya dapat dilakukan di dataran tinggi, namun saat ini sapi perah dapat diproduksi di dataran rendah seperti yang telah dilakukan salah satu perusahaan agroindustri di Lampung.

Informasi tentang hal tersebut selayaknya disebarluaskan secara masif ke masyarakat agar masyarakat juga semakin cerdas dan melek terhadap perkembangan teknologi peternakan yang sangat pesat.

Di bidang perikanan, Pindo sebagai ahli perikanan menyampaikan perkembangan sektor perikanan Lampung menggeliat menyusul produk pertanian lainnya.

Selain perikanan darat, sektor perikanan laut juga menyimpan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih masif lagi, salah satunya pemeliharaan udang di keramba.

“Polinela dalam perkembangannya selalu berupaya agar sumberdaya penelitian dapat selalu update dan menghasilkan inovasi baru dari hulu hingga hilir. Sehingga dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat akan teknologi tepat guna yang aplikatif,” pungkasnya. (gie/sur)

Komentar

Rekomendasi