oleh

Wow ! Anggaran BBM Setkab Lamsel Tembus Rp2 M

radarlampung.co.id – Besarnya anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di sekretariat Daerah, membuat Komisi I DPRD Lampung Selatan (Lamsel) menyoroti hal tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Lamsel, Ketut Supardi mempertanyakan besarnya anggaran BBM hingga Rp2 miliar lebih. Sebab, dengan anggaran sebesar itu, tidak memungkinkan akan habis selama satu tahun.

“Saya ingin minta rinciannya seperti apa, karena anggaran itu terlalu besar. Mohon dirinci berapa kendaraan yang yang ditanggung dengan anggaran tersebut dan bagaimana sistemnya,” tanya Ketut, senin (18/11).

Menanggapi hal tersebut, Kabag Perlengkapan Setdakab Lamsel, Delfarizi menjelaskan, anggaran sebesar Rp2 miliar lebih tersebut, diperuntukkan bagi kendaraan yang berada di lingkungan Sekretariat Daerah Lamsel. Seperti Plt. Bupati, asisten, staf ahli, dan kendaraan yang berada di Kepala Bagian.

Baca :   Polres Lamsel Tunggu Pelimpahan Berkas

“Secara keseluruhan ada 62 unit kendaraan yang kami tanggung BBM nya. Kendaraan ini hanya di bagian sekretariat saja. Kalau di Dinas-Dinas tidak kami tanggung, karena mereka sudah memasukkan anggaran sendiri,” jawabnya.

Sistem penyerahan anggarannya, apabila kendaraan tersebut digunakan untuk kepentingan kerja, mereka menyerahkan struk pengisian BBM, kemudian akan dicairkan.

“Ada batas maksimal dalam pengisian BBM.  Kami hanya menganggarkan Rp3 juta per kendaraan dalam waktu satu bulan. Jadi, kalau waktu satu bulan sudah diambil sampai Rp3 juta. Mereka tidak bisa lagi mengambil anggaran BBM. Tapi, kalau tidak habis sampai Rp3 juta, Sisanya akan masuk Silpa (Sisa Lebih Pengguna Anggaran), tahun lalu saja ada Silpa sekitar Rp400 juta lebih,” bebernya.

Baca :   Lahan Ingin di Eksekusi, Warga Jati Agung Mengadu ke Bupati

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Lamsel, Bambang Irawan meminta kepada Bagian Perlengkapan untuk memaksimalkan anggaran yang ada. Dimana, dalam membeli barang, harus efektif dan efisien sesuai dengan kegunaannya.

“Jadi, pengajuan anggaran ini akan kita evaluasi dulu, jangan sampai ada yang mubazir. Karena ini uang rakyat. Harus digunakan sesuai dengan kepentingan rakyat. Makanya nanti akan kita evaluasi, mana anggaran yang akan ditambah dan mana anggaran yang akan dipangkas,” katanya. (yud/wdi)



Komentar

Rekomendasi