oleh

Parosil Minta PLTMH Jadi Objek Wisata

radarlampung.co.id  – PT Tiga Origon Putra selaku perusahan yang menerima mandat pembangunan dan pengelolaan Pembangkit Litrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)  Batubrak, Lampung Barat dengan potensi 7,7 MegaWatt (MW) melakukan ekspose progres pembangunan, Selasa (19/11). Kegiatan ini dihadiri Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin.

Dalam kesempatan itu, Parosil meminta, selain mampu menghasilkan listrik, PLTMH juga bisa bermanfaat secara luas. Seperti pemanfaatan lokasi bendungan sebagai objek wisata.

”Ke depan, saya berharap pembangunan PLTMH tidak hanya menjadi sumber listrik. Melainkan bisa menjadi objek wisata baru, yang bisa diakses dan dinikmati masyarakat,” kata Parosil Mabsus dihadapan direksi PT Tiga Origon Putra.

Baca :   Tahun Ini, 15 Pekon di Lambar Buat Inovasi  

Sementara Manager Operasional dan Teknikal PT Tiga Origon Putra Cahyono mengatakan, PLTMH memiliki kapasitas 7,7 MW dan dibangun dengan memanfaatkan potensi sungai Way Semangka. ”Saat ini dalam pengerjaan pembangunan badan jalan dari Dusun Waykuol dan Tabak, Pekon Balak,” ujarnya.

Untuk gambaran serapan tenaga kerja, saat ini ada dua fase, proyek dan ONM. Untuk fase proyek, pihaknya membutuhkan tenaga kerja sekitar 50-80 orang dan fase ONM membutuhkan sekitar 35 orang.

”Kami juga memberdayakan tenaga kerja lokal. Bahkan untuk fase ONM nanti, kami mendidik siswa SMK dari Kebuntebu dan Waytenong untuk dilatih sehingga bisa melaksanakan tugasnya. Selain itu, kami juga menjunjung tinggi budaya lokal, seperti budaya ngebabali dan kegiatan sosial lainnya,” kata Cahyono.

Baca :   Jangan Lewatkan! Nikmati Keindahan Pesbar Dalam Jelajah Alam Krui

Pada bagian lain, Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Lambar Sugeng Raharjo mengatakan,  pihaknya berharap pembangunan PLTMH Batubrak benar-benar terlaksana dan selesai sesuai target.

”Kami tidak menginginkan pembangunannya sampai terhenti. Karena itu kami tekankan kepada PT Tiga Origon Putra untuk bisa terus berkoordinasi. Terlebih ketika ada kendala dalam pelaksanaan di lapangan,” sebut dia. (nop/ais)



Komentar

Rekomendasi