oleh

Rektor Unila Terpilih Fokus Pengembangan SDM

radarlampung.co.id- Rektor terpilih Universitas Lampung Prof Karomani berencana melakukan penguatan di beberapa aspek. Salah satunya di bidang  penguatan Sumbber Daya Manusia.

Karomani menjelaskan, saat ini untuk infrastruktur Unila sudah mengalami peningkatan. Unila, lanjutnya sudah menjadi kampus yang relatif nyaman saat ini.

Sehingga, ke depan fokus  pada penguatan SDM di Unila akan dilakukan.

“Misalnya, bagaimana seluruh dosen kita yang masih S2 wajib mengambil S3. Karena itu menjadi ukuran pemeringkatan. Berapa persen S3, berapa persen profesornya. Kita mungkin masih kurang dari 10 persen profesornya. Dalam jangka 2 atau 3 tahun, jumlah profesor bisa bertambah menjadi 20 persen misalkan,” katanya, Selasa (19/11) saat menerima kunjungan Direktur Radar Lampung Group Taswin Hasbullah di ruang kerjanya.

Karomani menuturkan, dalam membangun SDM yang berkualitas, butuh waktu yang tidak sebentar. Hal tersebut berbeda dengan membangun infrastruktur.

“Kita akan menyediakan anggaran untuk itu, sehingga tidak lagi terjebak dalam pembangunan infrastruktur. Karena membangun infrastruktur kan tidak terllau sulit, sepanjang kita punya uang, siapapun bisa melakukan itu, dan cepat selesainya. Tetapi membangun SDM tidak selesai dalam satu tahun, misalkan sekolah S3 butuh waktu 3-4 tahun,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga akan menguatkan badan usaha Unila. Sehingga, Unila tidak hanya mengandalkan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) saja. Tetapi memiliki pendapatan dari badan usaha milik Unila.

“Saya ingin sepanjang aturan mainnya membolehkan, nanti pimpinan badan usaha Unila yang selama ini dijabat oleh dosen, akan dialihkan ke profesional. Misalkan kita kasih target, kita gali dia agar ada diversifikasi usaha,” ujarnya.

Karomani juga akan memperkuat IT. Agar ke depan tercipta IT yang terintegrasi.

“Misalkan dosen ingin naik pangkat, tidak perlu lagi diminta hardcopynya, tetapi nanti langsung dikirim. Itu namanya digitalisasi, dan juga dapat mengefesienkan ATK,” tukasnya.

Ia menambahkan, banyak pekerjaan yang telah menanti untuk diselesaikan bertahap.

“Banyak pekerjaan yang harus dibenahi. Berat memang, membenahi SDM, membenahi sistem. Tetapi semua harus dikerjakan,” pungkasnya. (rur/wdi)



Komentar

Rekomendasi