oleh

SMK Yadika 6 Terbakar, Siswa dan Guru Terjebak Api saat Belajar

RADARLAMPUNG.CO.ID –  ”Toloong..tolooongg.., Apinya makin besar, ini gimana?,” teriak siswa SMK Yadika 6 Bekasi, saat melihat ada api yang semakin membesar. Padahal, saat itu siswa dan guru sedang melakukan kegiatan belajar mengajar, Senin (18/11) siang.

Jarak ruangan kelas dan sumber api hanya beberapa meter. Melihat api semakin membesar, guru pun langsung meminta siswa untuk menyelamatkan diri. Belasan siswa tidak mampu menyembunyikan kepanikannya. Karena, ruang kelas tersebut berada di lantai tiga.

Akibatnya, sebagian siswa ada yang nekat melompat dari lantai tiga gedung sekolah tersebut. Belasan siswa lainnya berhamburan melalui tangga darurat. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut membuat paknik seluruh warga sekolah.

Api pertama kali terlihat di sekolah yang beralamat di Jalan Wadas Raya Nomor 32, RT 03 RW 04, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi itu pada pukul 15.30 WIB. Saat kejadian proses belajar mengajar masih berlangsung.

Sekira pukul 15.30 WIB, kondisi di lingkungan sekolah riuh, teriakan kebakaran untuk memberikan informasi kepada seluruh guru dan siswa yang masih beraktifitas, ratusan murid, dan guru berlarian menyelamatkan diri.

Api diduga berasal dari korsleting listrik di laboratorium komputer yang terletak di lantai tiga gedung sekolah.

Salah satu guru, Santoso Marpaung saat dijumpai Radar Bekasi di lokasi kejadian mengatakan bahwa awal tercium bau terbakar saat sedang berlangsung latihan Hadroh untuk pagelaran Maulid Nabi di ruang rapat guru, berada di lantai bawah, siswa lainnya masih berada di kelas masing-masing.

Setelah bau terbakar, kemudian muncul percikan api di lokasi. Ia juga sempat mendengar bunyi ledakan cukup keras sebanyak empat kali. Setidaknya 48 ruangan di sekolah tersebut hangus terbakar, mulai dari ruangan kelas, ruang laboratorium, ruang guru, dan gudang sekolah.

”Kata yang melatih ini mereka mencium bau kebakar, tiba-tiba ada percikan api. Dari omongan mereka bau kebakar, berarti arus pendek,” katanya.

Hingga pukul 20.40 WIB, belum diketahui secara pasti terkait adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut, proses pendinginan masih berlangsung di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepala Seksi Rencana Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Yana Rohyana di lokasi kejadian melaporkan bahwa pada pukul 20.30 WIB api sudah berhasil dikendalikan.

Setelah ini akan dilakukan penyisiran ulang di lokasi yang terbakar untuk mengetahui ada atau tidaknya korban jiwa dalam kejadian tersebut.

”Kita kan belum tau, bisa juga ada siswa yang sedang belajar di lab atau bagaimana kita nggak tau, untuk pastinya harus dilakukan penyelidikan nanti,” terang Yana.

Total sebanyak 14 armada pemadam kebakaran diterjunkan, 11 armada dikerahkan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, sementara tiga lainnya bantuan dari DKI Jakarta. Total personil yang berjibaku menjinakkan api tercatat sebanyak 136 personil. (sur/jpg/sur)



Komentar

Rekomendasi