oleh

Tim Polinela Lakukan Penyuluhan Produksi Lada Perdu Bertrichoderma di Lamtim

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang terdiri dari Adryade Reshi Gusta, Made Same, dan Bambang Utoyo melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan penyuluhan dalam rangka tercapainya tujuan meningkatkan produksi lada perdu dan pendapatan petani yang tergabung di Gapoktan Karya Harapan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).

Ketua tim Adryade Reshi Gusta mengatakan, lada perdu merupakan inovasi perbaikan dan pengembangan teknologi budidaya. Lada perdu berasal dari sulur atau cabang buah.

“Keunggulan lada perdu sendiri antara lain mudah tersedia, tidak perlu tiang rambatan, tidak perlu dipangkas, cepat berbuah, mudah dalam pemeliharaan dan panen, serta memiliki nilai estetika dan nilai ekonomis jika ditanam di pekarangan atau pot,” katanya, Selasa (19/11).

Dikatakannya, harga lada perdu dalam pot bervariasi antara Rp 50 ribu – Rp 150 ribu, itu juga tergantung dari ukuran dan bahan tambahan seperti trichoderma serta zat pengatur pertumbuhan yang membuat lada perdu dapat berbuah serentak dan lebat serta tahan terhadap penyakit.

Namun, lanjutnya, harga lada saat ini tengah mengalami penhrunan drastis, di kisaran Rp 20 ribu, ditambah produktivitas lada di Lampung masih tergolong rendah, yaitu rata-rata 591 kg/ha, dibandingkan dengan produktivitas nasional yang mencapai 800 kg/ha.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya produktivitas lada disebabkan, antara lain penggunaan bibit asalan, pemeliharaan dan perawatan yang kurang, serta serangan dari hama dan penyakit.

“Oleh karena itu, kami tim penyuluh dari Polinela berharap, tim penyuluh dari Polinela maupun dari perguruan tinggi lain dapat selalu memberikan perhatian, khususnya pendampingan, serta pembimbingan dalam hal budidaya tanaman lada secara berkelanjutan,” pungkasnya. (rur/ang)



Komentar

Rekomendasi