oleh

Wartawan Harus Berkontribusi pada Daerah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seorang wartawan harus memberikan kontribusi bagi daerahnya. Hal ini ditegaskan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari saat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah dengan Pemkab Tulangbawang di Panorama Resort Unit II, Kecamatan Banjaragung, Selasa (19/11) malam.

Selain Atal S Depari, juga hadir Sekkab Anthoni beserta pejabat di lingkup Pemkab Tulangbawang, Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian beserta jajaran kepengurusan, Ketua PWI Tulangbawang Abdul Rohman, serta owner Panorama Resort Dedi Afrizal.

Dalam kesempatan itu, Sekkab Anthoni menyampaikan permintaan maaf Bupati Tulangbawang Winarti yang belum dapat hadir karena suatu keperluan.

Anthoni juga menyampaikan jika Kabupaten Tulangbawang memiliki komitmen untuk semakin maju dan berkembang kedepannya.

Baca :   PWI Tubaba Komitmen Perluas Kiprah di Masyarakat

“Selamat datang di Kabupaten Tulangbawang, mudah-mudahan kedatangan Ketum PWI dapat memberikan nilai tambah dalam kemajuan daerah,” katanya memberikan sambutan.

Anthoni juga menjelaskan jika Tulangbawang memiliki 25 program unggulan gagasan Bupati Winarti dan Wakil Bupati Hendriwansyah.

“Kami juga memiliki Mal Pelayanan Publik sebagai pusat pelayanan publik yang terintegrasi di dalam satu gedung,” jelasnya.

“Kami berharap kedatangan Ketum PWI di Tulangbawang, dapat meningkatkan peran pers dalam upaya mendorong percepatan pembangunan, menyumbangkan ide-ide bagi kemajuan Tulangbawang kedepan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Atal S Depari menegaskan jika seorang wartawan harus dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan daerahnya.

Baca :   Audiensi ke PWI, KPU Tubaba Harapkan Terbangun Sinergitas dan Kemitraan

“Jika di Tulangbawang ada 147 kampung, seorang wartawan harus memberitakan kampung-kampung tersebut secara adil,” tegasnya.

Selain itu, Atal juga mengungkapkan jika seorang wartawan harus dapat memberikan pelatihan jurnalistik kepada pemuda pemudi di Kampung.

“Seorang Wartawan juga harus bisa memberikan pelatihan jurnalistik dan mengedukasi pemuda-pemudi di kampung agar tidak terjebak dalam berita hoax,” ujarnya.

Menurutnya, jika hal tersebut dapat berjalan, peran pers dalam membangun generasi muda di daerah akan lebih maksimal.

“Pers harus berkontribusi bagi daerah agar tidak ada anggapan jika wartawan itu menakutkan. Menulis sesuai kondisi dan harus menerapkan kode etik,” tandasnya. (nal/sur)



Komentar

Rekomendasi