oleh

UIN RIL Helat Konferensi Internasional Tentang Keagamaan

Radarlampung.co.id-Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung menggelar The First Raden Intan International Conference on Muslim Societies and Social Sciences (RIICMuSSS) pada 19-20 November lalu. Konferensi internasional ini bertemakan “Who Speak For Islam: Rethinking Religious Authority in Contemporary Muslim Societies”.

Tema ini dipilih dengan dilatarbelakangi bahwa saat ini dalam kehidupan umat Islam, otoritas keagamaan Islam telah terfragmentasi sedemikian rupa. Sehingga sulit mengetahui batas-batas otoritas keagamaan itu sendiri. Terlebih lagi, perkembangan teknologi informasi dengan mudahnya mengantarkan aktor-aktor baru melintasi batas-batas tradisional dan merebut otoritas keagamaan, meskipun tanpa kualifikasi keagamaan yang memadai.

Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik Dr Alamsyah M.Ag., mengatakan, kegiatan semacam ini akan membuka wacana para akademisi dan memperkenalkan pemikirannya pada kancah internasional.

“Temanya sangat sesuai dengan kondisi keberagamaan kita di Indonesia saat ini. Semoga hasil penelitian dan pemikiran para akademisi ini bisa memberikan warna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya, Kamis (21/11).

Ketua Rumah Jurnal UIN Fauzan M.Ag., menjelaskan bahwa RIICMuSSS dimaksudkan untuk memberikan sumbangan pemikiran terkait otoritas keagamaan Islam dalam kehidupan umat Islam dewasa ini.  “Konferensi internasional ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam kehidupan beragama di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan RIICMuSSS ini menghadirkan empat narasumber dari dalam dan luar negeri. Para narasumber tersebut yakni Prof Dr Euis Nurlaelawati, MA., dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Irina R Katkova, MA., dari The Faculty of Oriental Studies, St Petersburg State University, Dr David Kloos, MA., dari Royal Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies/KITLV, Leiden, serta Dr Syafik Hasyim,MA., UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Keempat narasumber tersebut membahas otoritas keagamaan dalam perspektif keilmuannya masing-masing.

Selain itu, panitia juga menerima 117 naskah yang dikirimkan melalui Open Conference System (OCS). Namun hanya ada 75 naskah yang lolos dan diundang untuk mempresentasikan pada forum konferensi internasional tersebut.

Makalah yang dipresentasikan pada konferensi kali ini berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Ar-Raniry Aceh, IAIN Bengkulu, IAIN Curup, IAIN Purwokerto, Universitas Saburai Lampung, dan lainnya. Adapun makalah yang dikirim oleh dosen UIN Raden Intan Lampung sendiri sebanyak 51 naskah.

Sesuai rencana, seluruh naskah yang telah dipresentasikan dan direvisi akan diterbitkan pada Atlantis.Press, sebuah penerbitan internasional yang terindeks pada Web of Science dan Scopus. (rur/rls/wdi)

Komentar

Rekomendasi