oleh

DJPK Goes to Campus, Civitas Akademika Teknokrat Diminta Ikut Awasi APBD

radarlampung.co.id- Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI meminta akademisi untuk turut berperan dalam pengawasan penggunaan dana APBN maupun APBD.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Ditjen Perimbangan Keuangan Dr. Rukijo,SE.,MM., saat melaksanakan DJPK Goes To Campus di Universitas Teknokrat Indonesia, Jumat (22/11). Kegiatan yang bertemakan “Pengelolaan Dana Transfer ke Daerah dan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat” diikuti ratusan mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Indonesia dan dibuka oleh Wakil Rektor II Dewi Sukmasari, SE, MSA, CA. Ak. Acara ini juga dihadiri Rektor Universitas Teknokrat Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA.

Dr Rukijo mengatakan, APBN mencakup unsur pendapatan dan belanja. Di dalam unsur pendapatan banyak item yang ada didalamnya, seperti pajak (PPN, PPH, cukai, PBB dan lainnya).

“Untuk non pajak seperti dari sumber daya alam yang dikelola, siapapun perusahaan yang mengelola, harus membayar kompensasi atas apa yang didapat,” ujarnya.

Sehingga, dengan DJPK Goes to Campus ini diharapkan, masyarakat umum termasuk didalamnya kalangan akademisi dan mahasiswa untuk ikut mengawasi dan mengontrol penggunaan dana tersebut. Menurutnya, peran mahasiswa sangat diperlukan dalam pengawasan APBN maupun APBD di sekitarnya.

“Jadi seperti yang saya jelaskan APBN dan APBD uangnya dari rakyat, sehingga masyarakat perlu tahu dana tersebut digunakan untuk apa. Masyarakat bukan hanya umum tetapi termasuk mahasiswa, dan kalangan akademisi. Kaum intelektual dapat mengontrol bagaimana penggunaan uang tadi yang langsung ada di dekatnya,” ungkapnya.

Wakil Rektor II Dewi Sukmasari, SE, MSA, CA. Ak., berharap, penjelasan yang diberikan dari sisi pemerintah sangat penting untuk perkembangan para mahasiswa, sehingga nantinya mahasiswa Teknokrat memiliki wawasan yang berbeda dari mahasiswa ekonomi lainnya.

“Kami berharap, mahasiswa banyak belajar dan mengerti dari sisi pemerintah, banyak mengerti dari sisi masyarakat. Sehingga nantinya kami dapat menjadi perantara, penengah antara kebijakan pemerintah dengan yang terjadi di lapangan. Kita juga akan menuju pada riset penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat untuk masa yang akan datang,” pungkasnya. (rur/wdi)

 

Komentar

Rekomendasi