oleh

Semangat Pendidikan di Gunung

FOTO DAN NASKAH ALAM ISLAM

Sulit dan terjal. Ini jalur menuju Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar Rohman. Lokasinya berada di atas gunung, Dusun Serkung, Desa Bayasjaya, Kecamatan Waykhilau, Pesawaran.

Hanya satu akses menuju sekolah itu. Jalan onderlagh yang curam. Dicampur dengan tanah bergelombang. Jaraknya sekitar lima kilometer.

Jalur yang selalu dilintasi para guru sebelum mereka memberikan pendidikan kepada para siswa yang menunggu di atas. Sebelum mengajar, olahraga terlebih dahulu. Memacu adrenalin di jalan menanjak yang terjal.

Dimulai dari kaki gunung. Jalanan berbatu bercampur tanah menyambut. Menanjak. Tentu berbaur debu. Ya, saat kemarau. Lain lagi jika musim hujan. Berubah menjadi berlumpur.

Memang, jalur ini masih bisa dilintasi sepeda motor. Namun pengendaranya harus ahli. Jika tidak, bisa saja terguling dan terseret ke jurang. Bahkan jika hujan, roda motor harus ditambahi rantai agar bisa melaju. Tersendat.

Tidak jarang, guru harus berjalan kaki. Ini jika kendaraan tak kuat menanjak. Seperti Hamima, Kepala MTs Ar Rohman. Dengan menggendong Bilqis, anaknya yang masih berusia 4 tahun, ia melintasi jalan menanjak. Sesekali bocah itu diturunkan. Biasanya, ia bersama Ahmad Haitami, sang suami yang juga guru, sekaligus ketua yayasan.

Guru perempuan lainnya, Eli, kadang memaksa kendaraan tua yang digunakannya. Terpenting sampai sekolah dan memberikan ilmu kepada siswa.

Ada sekitar satu jam perjalanan. Cuaca cukup panas. Berkeringat dan berdebu. Setelah beristirahat sejenak, kegiatan belajar mengajar dimulai.

Di ruang kelas berlantai tanah. Memang, dinding sudah permanen. Namun tidak dengan mebeler. Kursi dan meja beragam. Ada yang hanya terbuat dari papan panjang.

Apa boleh buat. Ini kondisi MTs Ar Rohman. Satu-satunya sekolah setingkat SMP di Dusun Serkung. Ya, mereka para guru yang berjuang. Demi pendidikan anak-anak di gunung. Apresiasi untuk mereka. Selamat Hari Guru. (*)

previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider

Komentar

Rekomendasi