oleh

APPI Komitmen Bantu Tingkatkan Literasi Keuangan Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Forum Komunikasih Daerah (FKD) Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Lampung berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah. Khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan di Provinsi Lampung.

Hal tersebut diungkapkan Ketua FKD APPI Lampung Donald August Turnip dalam kegiatan Jalan Sehat dalam rangka HUT FKD APPI Lampung yang ke-3 di PKOR Wayhalim, Bandarlampung, Minggu (24/11). Dalam kegiatan tersebut juga digelar acara Zumba sehat, pembagian doorprize, serta pemotongan tumpeng untuk perayaan HUT FKD APPI Lampung yang ke-3.

Donald mengatakan, perayaan ulang tahun kali ini memang digelar secara berbeda. Di mana tahun-tahun sebelumnya APPI lebih cendrung melakukan kegiatan berupa game dan olahraga, serta melaksanakan acara puncak di hotel.

“Tapi tahun ini kita gelar secara berbeda di tempat umum dengan menggelar kegiatan jalan sehat. Ini dilakukan untuk meningkatkan dan memperat hubungan antar anggota yang tergabung dalam asosiasi ini,” katanya kepada radarlampung.co.id, Minggu (24/11).

Lebih jauh dia mengatakan, untuk saat ini, APPI mencatat ada sebanyak 45 perusahaan pembiayaan yang aktif dari total 48 perusahaan yang ada. Kedepan ini menjadi PR bagi APPI untuk lebih dekat dan merangkul dan mesinergikan semua potensi yang ada di perusahaan pembiayaan.

“Karena di dalam anggota APPI ini ada yang bermain di bidang pembiayaan elektronik, kendaraan roda dua, roda empat, sampai alat berat terorganisir dalam satu wadah organisasi ini,” tambahnya.

Selain itu, kedepan APPI juga ingin mensinergikan dan lebih menggiatkan inklusi dan literasi keuangan sehingga masyarakat bisa mendapatkan lebih banyak informasi. Baik seputar peranan jasa keuangan, kewajiban serta hak konsumen, dan lain-lain.

APPI juga mengharapkan peranan aktif masyarakat dengan memberikan saran kepada perusahaan pembiayaan agar dapat bersama-sama menjaga industri pembiyaaan agar bisa lebih baik lagi.

“Kedepan kita juga akan kerjasama dengan beberapa mitra kita, misalnya dengan pihak kepolisian, kejaksaan, dan lain-lain. Kemudian juga perusahaan ahli jasa penagihan yang akan kita coba bangun komunikasinya lebih baik lagi,” katanya.

Sepanjang tahun 2008 hingga saat ini, APPI juga telah berupaya menyampaikan tentang literasi keuangan melalui kegiatan seminar, kemudian turut memberikan support kegiatan sejumlah perusahaan pembiayaan lainnya, serta membangun kemitraan yang bersifat diskusi, baik formal maupun non formal.

“Misalnya dengan memberikan promosi dan paket-paket khusus yang sesuai dengan program pemerintah. Dan itu tentunya dikaitkan dengan regulariti dari masing-masing pusat pembiayaan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank OJK Lampung Herwan Achyar mengatakan, saat ini tercatat ada sebanyak 62 perusahaan pembiayaan konvensional dan 17 perusahaan pembiayaan syariah.

Pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan di Lampung selama tahun 2019 terjaga positif dengan pertumbuhan sebesar 0,011 persen. Piutang perusahaan pembiayaan Lampung posisi September 2019 tercatat sebesar Rp8,8 triliun.

Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 11,9 persen, jika dibandingkan dengan posisi September 2018 sebesar Rp7,9 triliun atau sebesar 1,9 persen dari piutang perusahaan pembiayaan secara nasional pada September 2019.

“Untuk penyaluran piutang perusahaan pembiayaan Lampung juga masih sama seperti tahun 2018 yang berfokus pada pembiayaan multiguna atau sebesar 64,54 persen dari total piutang pembiayaan dan disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi, dan perawatan mobil serta sepeda motor sebesar 31,02 persen,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Lampung sebagai alternatif pembiayaan dalam pemenuhan kebutuhan usaha konsumtif dan lainnya. Selain itu OJK juga berharap jumlah perusahaan pembiayaan Syariah dapat semakin bertambah sebagai pilihan masyarakat dan dalam rangka meningkatkan keuangan syariah Indonesia.

“Kondisi masyarakat Indonesia berdasarkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan OJK pada tahun 2019 menunjukkan masih rendahnya pemahaman produk dan atau layanan produk jasa keuangan,” tambahnya.

Menurut catatannya, hanya 31 persen penduduk Lampung yang tergolong memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga Jasa Keuangan serta produk dan jasa keuangan termasuk fitur manfaat dan resiko hak serta kewajiban terkait produk jasa keuangan. Adapun indeks inklusi atau utilitas produk dan jasa keuangan di Lampung yakni sebesar 61,9 persen.

“Pada kesempatan yang baik ini OJK terus menghimbau seluruh lembaga jasa keuangan termasuk perusahaan pembiayaan untuk senantiasa melakukan edukasi kepada masyarakat Lampung terkait manfaat dan resiko atas produk dan jasa keuangan yang diberikan kepada masyarakat,” tandansya.

Asisten III Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung Safrodi yang hadir dalam rangkaian kegiatan juga turut menyampaikan harapannya. Menurutnya, APPI sendiri telah memegang peranan penting untuk memberikan kemudahan dalam membantu pembiayaan masyarakat Lampung.

“Kita memberikan apresiasi karena perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan ini telah memberikan banyak kemudahan kepasa masyarakat. Kedepannya kita juga berharap asosiasi ini bisa berkembang lebih baik dan dapat membantu lebih banyak masyarakat dalam hal pembiayaan,” katanya. (ega/sur)



Komentar

Rekomendasi