oleh

Tolak Pengerukan Pasir di GAK

radarlampung.co.id – Masyarakat di pesisir Pesawaran tidak setuju dengan aktivitas pengerukan pasir di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK). Baik kegiatan dengan izin resmi maupun illegal.

Menurut Johnny Corne, salah seorang tokoh masyarakat di pesisir Pesawaran, pengerukan pasir dapat memicu terjadinya longsor di bawah laut yang bisa mengakibatkan tsunami.

“Sebagaimana kita ketahui, beberapa waktu lalu terjadi tsunami yang diakibatkan longsor bawah laut di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dampaknya juga dirasakan oleh masyarakat pesisir Pesawaran,” kata Johnny, Senin (25/11).

Mantan anggota DPRD Pesawaran dua periode ini mengungkapkan, saat Pemprov Lampung menyusun Raperda Zonasi (RZWP3K), dalam FGD disampaikan, wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau merupakan zona cagar alam yang harus dijaga kelestarianya.

“Jika sekarang ada pihak yang menyatakan bahwa mereka memiliki izin atau sedang mengurus izin resmi, pertanyaanya adalah, apakah Perda Zonasi yang ditetapkan telah berubah,” tanya anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Pesawaran ini.

Sebelumnya, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau menemukan kapal yang melakukan aktifitas penambangan pasir. (esn/ozi/ais)



Komentar

Rekomendasi