oleh

Yuk Bantu Alfan Rafaeza, Bayi yang Lahir Tanpa Tempurung Kepala

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sungguh malang nasib bayi pasangan Boiman (38) dan Sumarni (37), warga Kampung Sumberbaru, Kecamatan Seputihbanyak, Lampung Tengah. Bayi laki-laki berumur 37 hari mengalami kelainan fisik tanpa tempurung kepala dan nampak berkepala dua.

Bayi malang bernama Alfan Rafaeza ini menjadi perhatian Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, Sekkab Adi Erlansyah, dan sejumlah kepala OPD yang melihat langsung kondisi bayi malang ini Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya (RSUDDSR) usai upacara HUT Ke-48 Korpri. “Kita lihat kondisi Alfan yang tempurung kepalanya tidak tumbuh sempurna. Cairan dan otak bayi malang inj berada di luar tengkorak kepala. Inilah bukti pemerintah daerah hadir untuk perobatan Alfan. Kita bawa ke RSUDDSR dan menjamin perobatannya. Perobatannya difasilitasi BPJS Kesehatan,” katanya.

Sementara ini, kata Loekman, dirawat intensif di RSUDDSR. “Dirawat di sini dahulu. Selanjutnya, kami komunikasikan dengan pihak RSUD dr. hi. Abdoel Moeloek (RSUDAM) untuk dilakukan operasi. Apabila RSUDAM tidak sanggup, kami akan rujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta.  Keluarga bayi saat menjalani perobatan akan kita bantu,” ungkapnya.

Sedangkan Direktur RSUDDSR dr. Otniel Widiatmoko menyatakan bayi malang ini harus dirawat intensif. “Harus dirawat intensif. Ini karena posisi otak yang berada di luar tempurung kepala si bayi. Jika tak ditangani bisa membahayakan kondisi bayi. Kita sudah koordinasi dengan pihak RSUDAM untuk dilakukan operasi. Jika tidak bisa disana, kita rujuk ke RSCM untuk tindakan operasi,” ucapnya.

Sementara Sumarni, ibunda Alfan, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. “Sebagai orang tua, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Bupati. Apalagi kami keluarga kurang mampu. Sudah menjenguk Alfan. Alfan langsung ditangani dengan baik oleh pihak RSUDSR,” katanya.

Sumarni juga menyatakan tidak ada firasat apa-apa saat melahirkan Alfan. “Nggak ada firasat apa-apa. Dalam masa kehamilan juga normal,” tuturnya.

Boiman sebagai sang ayah juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Bupati. “Tentunya kita ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Bupati. Apalagi saya hanya buruh dengan pendapatan yang tak pasti. Harapannya, tentu anak kami sehat dan normal,” tambahnya. (sya/ang)



Komentar

Rekomendasi