oleh

Pembantai Puluhan Kucing Alami Gangguan Jiwa

radarlampung.co.id – Pembantaian sekira 25 kucing di pantai Sukajayalaut, Lempasing, Pesawaran, menghebohkan dunia maya.

Berdasarkan penelusuran komunitas pecinta kucing Cat Rescue Lampung (CRL) kejadian ditemukannya puluhan kucing terdampar di pinggir pantai Lempasing sejak tiga hari yang lalu, tepatnya Rabu (26/11).

Koordinator Lapangan CRL Denny Indra Wijaya mengatakan, pihaknya telah mendapati pelaku pembantai puluhan kucing di wilayah tersebut. Pelaku diketahui Lani (30), warga RT 04 Sukajayalaut, Lempasing yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Menurutnya, pihaknya mengetahui informasi tersebut setelah salah satu pengguna akun media sosial facebook menyebarkan adanya penguburan massal terhadap binatang rumahan tersebut.

Postingan tersebut, akhirnya ada yang me-screenshoot dan diupload ke grup pecinta kucing. Kemudian, CRL langsung bergerak cepat menelusuri lokasi dan mencari sang pelaku, dan menemukan fakta bahwa tersangka berjenis kelamin laki-laki itu mengalami gangguan jiwa.

Dia menyebutkan, kucing-kucing yang dibantai tersebut kemudian dikuburkan di pinggir pantai, dibantu warga sekitar. Bahkan, warga yang mengetahui kucing kesayangannya mati dibantai, terlihat histeris dan menangis.

“Kita sudah mediasi dengan aparat desa setempat dan keluarga tersangka. Ternyata, yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa,” katanya kepada Radarlampung.co.id melalui sambungan telepon, Sabtu (30/11).

Sayangnya, sambung Denny, pihaknya belum bisa membawa tersangka untuk diserahkan ke rumah sakit jiwa, karena terkendala biaya. Begitu pun keluarga pelaku, juga terkendala hal serupa.

“Kami meminta bantuan pemerintah agar bisa membawa yang bersangkutan untuk ditempatkan di rumah sakit jiwa, hingga saat ini kami masih mencoba menyampaiknya ke dinas sosial,” urainya.

Pihaknya khawatir, pelaku pembantaian tersebut bertindak lebih jauh, yang dapat membahayakan hewan lainnya. Bahkan yang ditakutkan dapat terjadi pada anak-anak kecil di wilayah tersebut.

“Bahwa saksi-saksi ada yang sering melihat, bahwa tersangka sering keluar malam bawa tali dan mengejar-ngejar kucing,” tandasnya. (apr/kyd)



Komentar

Rekomendasi