oleh

Puluhan Warga Tanggamus Menderita HIV/AIDS

radarlampung.co.id – Sebanyak 38 penderita HIV/AIDS tercatat di Tanggamus. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya adalah laki-laki. Untuk usia, mulai dari 25 tahun sampai 65 tahun.

Kabid Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Tanggamus Taman Prasi mengatakan, setiap tahun, ada laporan baru orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Untuk 2019, tercatat tiga penderita baru.

“Penderita HIV/AIDS di Tanggamus memang tidak terlalu banyak. Tapi tiap tahun ada laporan penambahan,” kata Taman Prasi mewakili Kepala Diskes Tanggamus Taufik Hidayat.

Dilanjutkan, penderita umumnya pernah bekerja di luar daerah serta memiliki riwayat seks bebas. Sisanya penyalahgunaan narkoba melalui jarum suntik. Untuk penderita, selama ini sudah ditangani di puskesmas. Yakni Puskesmas Gisting dan Kotaagung dengan biaya ditanggung negara.

Baca :   Jangan Macam-macam, Penggunaan DD Terus Diawasi!

“Ada 12 penderita yang melakukan pengobatan. Lainnya pengobatan sendiri karena kebanyakan mereka periksa dan berobat di RSUD Abdoel Moeloek. Kami hanya menerima laporannya,” sebut dia.

Menurut Prasi, jika penderita melapor, maka akan ditangani di Tanggamus. Namun banyak tidak melapor, tiba-tiba langsung ke RSUD Abdoel Moeloek sehingga alamat pasti penderita terkadang samar dan tidak ditemukan.

Baca :   Hari Juang Kartika, Kodim 0424 Gelar Baksos

Namun jika alamat pasti didapat dan penderita melapor ke Diskes Tanggamus, maka kondisinya terus dipantau. Sebab pasien akan menerima pengobatan sepanjang hidupnya.

Lebih jauh Prasi mengungkapkan, untuk mencegah seseorang tidak terkena HIV/AIDS, tergantung pada diri masing-masing. Sebab semua masyarakat sudah tahu penyakit tersebut. Dari penyebaran sampai dampaknya.

“Hal yang bisa kami lakukan hanya deteksi. Seperti setiap ibu hamil dan penderita TB, pasti kami periksa dengan rapid tes untuk mengetahui ada tidaknya HIV/AIDS,” tandasnya. (ral/ehl/ais)

 



Komentar

Rekomendasi