oleh

Tahun Ini, 15 Pekon di Lambar Buat Inovasi  

radarlampung.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (DPMP) Lampung Barat menggelar rapat koordinasi (rakor) Inovasi Desa, Selasa (3/12). Kegiatan yang berlangsung di GSG Ratu Piekulun RSUD Alimudin Umar itu diikuti para camat, tim inovasi kabupaten, tenaga ahli, pendamping desa dan pendamping inovasi.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMP Lambar Pathan mengatakan, inovasi desa berakhir pada tahun anggaran 2019. Karena itu, melalui rakor tersebut dibahas capaian-capaian dan inovasi yang telah dibuat pekon. ”Harapan kami, semua pekon bisa menggali potensi yang ada. Sejauh ini, ada sekitar 15 pekon yang  telah memiliki inovasi layak untuk dikembangkan,” kata Pathan.

Menurut dia, inovasi dari pekon di antaranya inovasi di Pekon Sumberagung, Kecamatan Suoh yang mampu menghasilkan beras organik dan pemasarannya terus berkembang dan akan menyasar toko Waralaba di kabupaten setempat.

Baca :   Jangan Sampai Salah Kelola DD dan ADP!

“Saat ini masih dalam penjajakan untuk pemasaran di toko waralaba. Bagaimana nantinya beras organik yang dihasilkan bisa lebih mudah didapatkan masyarakat. Sebab keberadaan toko waralaba sendiri sudah menyebar di hampir seluruh kecamatan,” ujarnya.

Inovasi lainnya adalah Tomat Rasa Kurma (Torakur) dari Pekon Bandarbaru, Kecamatan Sukau. Terobosan itu mampu mengatasi masalah saat harga jual tomat anjlok. “Kalau harga tomat sedang anjlok, masyarakat berinovasi dengan membuat Totakur. Namun saat sedang mahal seperti ini, produksi Torakur menurun. Artinya ini peluang bagi petani untuk mengatasi harga anjlok,” tegasnya.

Baca :   DRD Harus Jadi Lokomotif Percepatan Inovasi

Lainnya adalah pengolahan keripik pisang di Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedungsurian dengan pemasaran sudah sampai ke pulau Jawa. “Untuk inovasi di bidang pariwisata, Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh sudah mampu mengelola eko wisata bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis),” urainya. (nop/ais)

Komentar

Rekomendasi