oleh

Cabuli Pacar, Pria Ini Divonis 10 Tahun Penjara

RADARLAMPUNG.CO.ID – Hendri (27) akhirnya hanya bisa tertunduk lesu. Itu setelah Ketua Majelis Hakim Aslan Ainin menjatuhi dirinya dengan kurungan penjara 10 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (4/12).

“Menjatuhkan kurungan penjara selama 10 tahun terhadap terdakwa Hendri dan denda Rp1 miliar subsider kurungan penjara selama 6 bulan,” ujar majelis hakim di hadapan terdakwa.

Menurut majelis hakim, terdakwa yang merupakan warga Telukbetung Barat, Bandarlampung itu terbukti melanggar Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Baca :   Polres Lamtim Amankan Pencabul Anak Tiri

“Lalu hal-hal yang memberatkan terdakwa ialah telah memberikan trauma bagi korbannya, juga berbuat asusila. Dan hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Atas putusan itu, terdakwa pun menerima tanpa melakukan pikir-pikir terlebih dahulu.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Supriyanti, yang menuntut terdakwa kurungan penjara 11 tahun.

Jaksa dalam dakwaannya menjelaskan, bahwa terdakwa dan saksi korban telah menjalin hubungan pacaran. Pada Minggu, 14 Juli 2019 sekira pukul 13.00 WIB, saksi korban datang ke rumah terdakwa, selanjutnya mengobrol, saat keadaan rumah sepi, terdakwa mengajak saksi korban ke dalam kamar terdakwa.

Baca :   Sakit Hati Dengan Istri, Predator Cari Sasaran Anak Tetangga  

Terdakwa membujuk saksi korban agar bersedia diajak bersetubuh dengan menjanjikan akan menikahi dan bertanggung jawab. Saksi korban terbuai bujuk rayu terdakwa.

“Hal itu pun dilakukan lagi oleh terdakwa pada Minggu, 21 Juli 2019 sekira pukul 16.00 WIB di dalam kamar rumah ibu angkat terdakwa di Pardasuka, Tanggamus. Selanjutnya terdakwa kembali melakukan perbuatannya pada Senin 22 Juli 2019 sekira pukul 15.00 WIB di dalam kamar mandi ibu angkat terdakwa,” ungkapnya.

Perbuatan terdakwa diketahui kedua orang tua korban. “Tanpa pikir apapun terdakwa pun dilaporkan ke pihak kepolisian,” ungkapnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi