oleh

Ingat, Kelurahan Anti Politik Uang Jangan Cuma Seremoni

radarlampung.co.id – Bawaslu Bandarlampung melaunching kelurahan anti politik uang di lapangan Baruna Panjang,  Bandarlampung,  Rabu (4/12). Kendati demikian hal ini ditekan jangan sampai menjadi ceremonial saja. Sebab,  penanganan politik uang yang terpenting adalah bagaimana komitmen pengawas pemilu dari lapisan atas hingga paling dasar.

Hal itu diungkapkan Akademisi Universitas Lampung,  Budiono. Kepada Radar Lampung,  dia menegaskan selama ini politik uang terjadi lantaran ketidaktegasan pengawas yang terkesan membiarkan persoalan tersebut.

“Jangan cuma jadi sekedar festival saja untuk mengisi kegiatan. Politik uang itu akan hilang jika aturan itu ditegakkan. Selama ini kan banyak pelanggaran di depan mata yang terkesan didiamkan saja oleh Bawaslu, ” tandasnya.

Baca :   DPR RI Pantau Kesiapan Pilwakot Bandarlampung

Budi melanjutkan,  posisi sentra penegakan hukum terpadu (Gakumdu) juga tidak bisa memiliki fungsi yang kuat sebab hanya sebagai penyamaan persepsi antar lembaga yang ada di dalamnya. “Soal perekrutan penyidik dan penuntut hukum pemilu saya rasa itu salahsatu solusi. Tetapi integritas penegak hukumnya juga penting sekali. Seharusnya Bawaslu juga seperti KPK yang juga bisa menuntut dan menyidik, ” ucapnya.

Masih kata Budi, menekankan kepada seluruh pengawas Pemilu,  agar memiliki komitmen dalam pengawasan. Sebab,  bakalan tidak terlaksana penanggulangan dan antisipasi politik uang yang melibatkan masyarakat,  jika pengawas tidak menerapkan aturan secara tegak.

“Intinya pengawas harus berkomitmen tinggi dalam penegakan hukum pemilu. Sebab pendidikan politik terhadap masyarakat juga belum menjamin. Realistis saja. Masyarakat kita masih miskin. Dan kondisi ini tentunya berpotensi besar menyuburkan politik uang, ” tandasnya.

Baca :   Lembaga Survei Pemilu Jangan Offside

Sementara,  Ketua Bawaslu Bandarlampung,  Candrawansyah mengatakan Kelurahan Anti Politik uang dilakukan untuk menciptakan pilkada yang bersih. “Ini salahsatu upaya kita untuk menekan kecurangan pilkada tahun depan. Masyarakat langsung terlibat mengawal pengawasan pilwakot tahun depan, ” ucapnya.

Dia mengaku pihaknya terbuka dalam informasi sekecil apapun terkait kecurangan pilkada salahsatunya politik uang. “Untuk menciptakan pilkada yang bersih,  butuh komitmen dari semua lapisan khususnya masyarakat, ” ujarnya. (abd/wdi)



Komentar

Rekomendasi