oleh

Unila Deklarasi Kampus Ramah Disabilitas

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Lampung (Unila) mencanangkan diri sebagai kampus ramah disabilitas pada hari disabilitas internasional tahun 2019 di Aula Fakultas Pertanian Unila, Rabu (4/12).

Wakil Rektor II Universitas Lampung Prof M.Kamal mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan lagi terkait kebijakan yang akan diimplementasikan di kampus untuk disabilitas.

“Nanti kita akan bicarakan tentang kebijakan di kampus terkait akses untuk disabilitas. Saat ini kita memang belum maksimal menyediakan fasilitas untuk disabilitas, tapi kita sudah pelan- pelan memberikan akses, seperti jalur untuk pengguna kursi roda ketika masuk ke gedung,” katanya, Rabu (4/12).

Kedepannya, pihaknya berharap, Unila mampu memberikan fasilitas yang memadai untuk disabilitas.

“Misalkan dari busnya, ketika mau masuk bus itu ada jalur khusus. Ya kita akan berupaya untuk membangun fasilitasnya untuk mendukung Unila sebagai kampus ramah disabilitas,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan Unila dinobatkan sebagai kampus ramah kaum disabilitas, tentunya Unila berkesempatan untuk memberikan ruang kaum disabilitas untuk berkarya.

“Diharapkan kita bisa memberi ruang kepada kawan-kawan untuk berkiprah, dan ruang untuk menuntut ilmu. Dan saya yakin dengan kegiatan ini, warga Unila akan tersentuh untuk membantu dan peduli kepada kaum disabilitas,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni mengatakan, bahwa kaum difabel mempunyai hak yang sama dengan yang tidak difabel.

“Seperti inklusi di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang perlindungan sosial, bidang pekerjaan. Dan terpenuhinya hak-hak sebagai warga negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kampus sebagai tempat perayaan hari disabilitas internasional untuk mengajak kampus sebagai lingkungan akademisinjuga untuk peduli dan ramah terhadap kaum difabel.

“Kelemahan kita, tingkat formal difabel rata-rata masih minim. Lapangan pekerjaan banyak terbuka, namun persyaratan formal harus dipenuhi, jadi inilah hambatan untuk berkaryanya difabel. Padahal banyak kaum difabel secara formal memiliki satu tingkat inteligen yang cukup tinggi sehingga bisa mencapai jenjang pendidikan S1, S2 maupun S3,” ungkapnya. (rur/ang)

Komentar

Rekomendasi