oleh

Gelar Pertemuan Tahunan, BI Lampung Resmikan Website FOILA

radarlampung.co.id – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) bertajuk Sinergi, Transformasi, dan Inovasi Pembangunan di Provinsi Lampung”. Kegiatan berlangsung di lantai 4 gedung KPw BI Lampung, Kamis (5/12).

Dalam sambutannya, Kepala BI Lampung Budiharto Setyawan mengatakan, ekonomi global sepanjang tahun 2019 semakin tidak ramah. Perang dagang meluas, mencirikan turunnya globalisasi. Digitalisasi meningkat pesat, dengan manfaat dan risiko yang juga besar.

Meski begitu, di tengah ekonomi global yang memburuk, kinerja dan prospek ekonomi Indonesia cukup baik. Stabilitas ekonomi nasional terjaga serta momentum pertumbuhan berlanjut.

“Pertumbuhan ekonomi nasional terpantau cukup baik pada tahun 2019 akan meningkat pada tahun 2020 ditopang permintaan domestik, konsumsi dan investasi,” katanya.

Ke depan, sambung Budiharto, bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah diharapkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diprakirakan berada di sekitar 5,1 persen (yoy) pada 2019 dan meningkat dalam kisaran 5,1-5,5 persen (yoy) pada tahun 2020.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi triwulanan Lampung sepanjang tahun 2019 tercatat konsisten tumbuh di atas 5 persen sebesar masing-masing 5,21 persen (yoy), 5,61 persen (yoy) dan 5,16 persen (yoy), dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan Nasional dan Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan III 2019 berada pada peringkat ke-2 dari 10 provinsi di wilayah Sumatera, setara dengan Provinsi Sumatera Barat, atau berada setelah Provinsi Sumatera Selatan yang tumbuh sebesar 5,67 persen (yoy). Berdasarkan perkembangan harga, pencapaian inflasi Lampung hingga November 2019 tercatat sebesar 3,28 persen (yoy).

“Meskipun cenderung tinggi, capaian inflasi di akhir tahun 2019 diprakirakan masih sesuai dengan sasaran target 3,5±1 persen. Apresiasi yang tinggi kami berikan atas kerja keras seluruh pihak, khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam pengendalian inflasi di tahun 2019,” ujarnya.

Ia menambahkan, PDRB Provinsi Lampung di tahun 2020 diprakirakan masih mengalami momentum perbaikan pertumbuhan seiring dengan masih berlangsungnya beberapa proyek pembangunan infrastruktur daerah, realisasi investasi dari beberapa kesepakatan kerja sama investasi yang telah ditandatangani pada tahun 2019 serta permintaan domestik yang masih tinggi.

Berdasarkan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Lampung tahun 2020 diperkirakan dapat tumbuh di kisaran 5,1 persen-5,5 persen (yoy), dan meningkat dalam kisaran 5,2-5,6 persen pada tahun 2020.

Sementara itu, inflasi Lampung pada tahun 2020 diperkirakan berada dalam kisaran 3,0±1 persen meskipun risiko level kenaikan tahunan harga barang dan jasa di tahun 2020 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 seiring dengan potensi peningkatan biaya produksi dan distribusi.

Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama dengan Pemerintah Provinsi Lampung meresmikan website FOILA.

FOILA merupakan forum yang dibentuk sebagai upaya bersama antara Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia dalam membangun persepsi positif investor dan meningkatkan efektivitas hubungan investor.

Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung melakukan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sebagai bentuk kontribusi, antara lain dalam hal peningkatan ketahanan pangan strategis kepada Gapoktan Maju Bersama berupa traktor pengolah lahan pertanian.

Kemudian, pengembangan pariwisata kepada Rumah Adat Lamban Balak berupa alat musik dan pakaian tari tradisional, dan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren kepada Pondok Pesantren Miftahul Huda Pringsewu dan Pondok Pesantren Sunanul Huda Lampung Selatan berupa alat konveksi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, mulai dari Pemerintah Daerah, Perbankan, dan pelaku usaha harus bersama-sama saling mendukung dan menjaga momentum guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Banyak hal baik yang terjadi di Provinsi Lampung, antara lain perekonomian Lampung tahun 2019 tumbuh lebih baik dibandingkan dengan Pertumbuhan Nasional dan Sumatera Iaju lnflasi Lampung tahun 2019 dalam kondisi terkendali dan stabilitas sistem keuangan Lampung terjaga,” ujarnya.

Fahrizal menjelaskan bahwa pertemuan tahunan ini sangat penting untuk mengevaluasi kinerja perekonomian Lampung selama tahun 2019, serta mengetahui peluang dan tantangan yang akan dihadapi memasuki tahun 2020.

Tentunya, lanjut Fahrizal, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung 2020, optimisme, sinergitas, dan peran aktif dari semua pihak sangat diperlukan, mulai dari Pemerintah, Perbankan, dan pelaku usaha. Sehingga ke depannya, perekonomian dan pencapaian inflasi di Provinsi Lampung dapat lebih baik lagi dan dapat menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan makmur.

“Pemerintah harus dapat menjamin kepastian hukum, membangun infrastruktur yang memadai, dan melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh guna membangun iklim usaha yang baik,” pungkasnya.(ega/kyd)

Komentar

Rekomendasi