oleh

Kotoran Kucing Peliharaan Resahkan Warga Perumahan

radarlampung.co.id – Warga Perumahan Fajar Baru Sejahtera, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jatiagung Lampung Selatan (Lamsel), diresahkan dengan banyaknya kotoran kucing di sekitar lingkungan perumahan setempat.

Bahkan, kotoran yang berasal dari puluhan kucing peliharaan milik M. Nuh, warga blok D 13 tersebut berserakan di jalan utama perumahan hingga masuk ke pekarangan rumah milik tetangga.

Akibatnya warga yang utamanya tinggal bersebelahan dan berhadapan langsung dengan pemilik peliharaan puluhan kucing tersebut merasa tidak nyaman.

“Keberadaan kotoran kucing ini sudah meresahkan, baunya sudah kemana-mana. Belum lagi kalau terinjak kaki atau ban kendaraan, saat masuk rumah atau memarkirkan kendaraan, baunya masuk ke dalam rumah,” kata Kadafi, tetangga depan rumah pemilik puluhan kucing peliharaan, Kamis (5/12).

Seharusnya, sambung Kadafi, dalam hidup bertetangga harusnya rukun dan damai, saling menghormati, menghargai, dan bertenggang rasa. Bahkan, Pengacara ini menyebut kotoran kucing ini sudah menjadi teror yang menakutkan bagi warga perumahan.

Ia berharap, pemilik puluhan kucing peliharaan tersebut bijak dalam merespon keluhan para warga dengan mempertimbangkan kerukunan dan kenyamanan warga. Paling tidak, pemilik peliharaan harus bertanggungjawab atas kebersihan perumahan atas kotoran kucing yang berserakan.

“Warga resah dengan kotoran kucing setiap hari, belum lagi baunya yang gak enak. Security perumahan juga mestinya harus menjaga warga dari keresahan atas teror ranjau kotoran kucing,” tandasnya.

Hal yang sama juga dikatakan warga perumahan lainya, Adit. Menurutnya, kalaupun ingin memelihara hewan, sebaiknya disediakan kandang sehingga tidak berkeliaran dan menimbulkan keresahan warga.

“Katanya kucing-kucingnya itu sudah dikandangkan, tapi saya lihat bersama dengan tetangga lainnya, ternyata kandangnya kosong. Memang kalau semalam ini memang  sudah agak sepi kucingnya, paling ada satu dua yang berkeliaran, tetap saja kotoranya masih ada,” tambahnya.

Sementara pemilik puluhan kucing peliharaan M. Nuh mengklaim bila seluruh kucing yang dirawatnya tersebut selalu dimasukan ke kandang saat malam hari.

Menurtnya, pernasalahan ini bisa diselesaikan dengan musyawarah kekeluargaan, bukan malah ribut-ribut dan memojokan salah satu warga di grup WhatsApp perumahan.

“Bagi warga yang keberatan silahkan datang dan cek ke rumah saya, kita bisa bicarakan dengan baik.

Jadi jangan hanya pembicaraan di dalam grup (whatssApp), jadilah dewasa. Yang bilang kandang (kucing) kosong silakan cek ke rumah,” tandas Babe, panggilan pria setengah baya tersebut. (kyd)

Komentar

Rekomendasi