oleh

Mantri Liar, Menyerahlah! Polisi Mencarimu

radarlampung.co.id – Anggota Polres Lampung Barat masih mencari Su, yang mengkhitan WM (10), hingga alat kelamin bocah asal Pekon Bandingagung, Kecamatan Bandarnegeri Suoh itu terpotong. Hinga saat ini, keberadaan sang mantri liar tidak diketahui.

Kasatreskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan melalui Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ipda Juherdi mengatakan, pihaknya sudah menerima rekam medik dari Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dan Rumah Sakit Bumi Waras.

”Kami juga sudah berkoordinasi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Lambar. Proses penyelidikannya sudah ke tingkat pemeriksaan saksi-saksi. Saat ini kami masih mendalami keberadaan pelaku. Sebab pasca kasus ini mencuat, ia kabur dan tidak diketahui keberadaanya,” kata Juherdi.

Baca :   Polres Pringsewu Gelar Police Goes to School di SMAN 1

Juherdi menuturkan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari Su dengan mendatangi mapolres. ”Kami masih menunggu, pelaku bisa datang ke polres tanpa penjemputan paksa. Perlu diketahui, jika pelaku tetap tidak mau diperiksa, akan kami jemput paksa. Kami terus mencari keberadaanya,” tegasnya.

Diketahui, khitanan yang diikuti WM (10) berujung dengan laporan polisi. Bocah itu kehilangan alat kelamin akibat ulah Su, mantri liar yang mengkhitannya.

Menurut Sugiato, kakek WM, cucunya dikhitan Juli lalu oleh Su. Saat itu, ada sejumlah anak di pekon yang juga dikhitan. ”Waktu itu punya (alat kelaimin, Red) cucu saya terpotong. Lalu kami tanyakan kepada pak Su. Dia bilang, nanti akan muncul sendiri,” kata Sugiato mendampingi orang tua WM melapor ke Polres Lampung Barat, Senin (30/9).

Baca :   Periksa Dokumen dan Sikap Tampang Personel Polres

Sugiato mengatakan, Su diketahui mantri liar, yang tidak diketahui jelas latar belakang pendidikannya. Namun ia memang dikenal bisa mengkhitan dan mengobati orang sakit.

Satu bulan kemudian, MW dibawa ke RS Mitra Husada Pringsewu. lantas dirujuk ke Rumah sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM). ”Dari sini, cucu saya dibawa ke RS Bumi Waras. Setelah hampir satu bulan, tidak bisa buang air kecil. Dokter kemudian membuat lubang untuk saluran kencing baru. Sebab kondisi kemaluannya tertutup setelah tergunting,” urainya. (nop/ais)

 

 

Komentar

Rekomendasi