oleh

Teknokrat Gelar Seminar Internasional

RADARLAMPUNG.CO.ID – Masih sedikitnya warga Lampung yang mewakili untuk menjadi diplomasi Republik Indonesia, mendorong Purnowidodo,M.Hum., memberikan inspirasi kepada mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia untuk menyerap pengetahuan tentang dunia internasional melalui Seminar on Diplomacy and Global Affairs “Building Self-Potency to Pursue International Relations Career”, Jumat (6/12) di Gelanggang Mahasiswa.

Purnowidodo,M.Hum selaku Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Diplomasi Publik Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan menjelaskan, diplomat merupakan seorang aparat dari sebuah negara (atau organisasi, individual dan lainnya) mencoba untuk mencapai tujuannya, dalam hubungannya dengan orang lain melalui dialog atau negoisasi.

Ia juga mengatakan, keterwakilan masyarakat Lampung masih kurang, hanya sekitar satu persen. Karena itu, dirinya hadir untuk memberikan sesi inspirasi kepada mahasiswa Teknokrat. Sehingga, kedepannya bisa menjadikan diploma sebagai salah satu pilihan karirnya di masa mendatang.

“Banyak sekali talenta dari Lampung yang sangat baik dan mereka juga seharusnya dapat akses yang sama,”katanya.

Ia menambahkan, untuk menjadi diplomat Indonesia, harus mengikuti beberapa seleksi mulai dari pengumuman lowongan, registrasi online, seleksi administrasi. Kemudian, menjalani tes kompetensi dasar, tes kompetensi bidang, tes kemampuan bahasa asing, lalu tes psikologi, wawancara substansi, dan tes kesehatan dan MMPI. Ia juga menuturkan, dengan tips dan trik yang ia berikan, mahasiswa bisa menyiapkan diri dari sekarang, bukan saat lulus.

“Saya sangat apresiasi Teknokrat membuat acara ini, kita memberikan tips dan trik menjadi diplomat, sehingga mahasiswa bisa mempersiapkan diri dari sekarang,” katanya.

Sementara, Wakil Rektor II Dewi Sukmasari, SE, MSA, CA. Ak., berharap, mahasiswa Teknokrat bisa memiliki global mindset yang tidak bisa diberikan oleh akademisi Teknokrat, di mana tidak banyak bekerja dalam hubungan kenegaraan.

“Ketika mereka sudah berada di dunia global, mereka harus memiliki mindset internasional. Dan saya yakin ini akan membuka jendela wawasan mahasiswa,” pungkasnya. (rur/ang)

Komentar

Rekomendasi