oleh

Hujan Lebat, Pedagang Pasar Perumnas Wayhalim Pasang Terpal

RADARLAMPUNG.CO.ID – Memasuki musim hujan, pedagang di Pasar Perumas Wayhalim mulai was-was dagangannya kebanjiran. Itu lantaran atap pasar ini berongga. Alhasil pedagang lantas memasang terpal.

Berdasarkan pantauan Radar Lampung, hampir seluruh pedagang basah yang berada di bagian belakang pasar ini memasang terpal untuk menghindari basah kuyub.

Padahal, pasar yang baru diresmikan awal tahun 2018 itu beratapkan baja ringan. Namun, sayangnya atap tidak dibuat tertutup yang menyebabkan air hujan disertai angin masuk ke dalam pasar.

Dewi (34), pedagang sembako Toko Ginuk2 mengatakan, kondisi seperti itu selalu terjadi ketika lokasi itu diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Menurutnya, karena atap tidak tertutup sepenuhnya, air hujan masuk ke dalam pasar tersebut. Bahkan, bila hujan sangat deras dan disertai angin kencang, lantai pasar hingga tengah pasar kebanjiran. “Sejak dulu memang seperti ini,” katanya kepada Radar Lampung di tokonya, Minggu (8/12).

Dia bilang, kios yang ada di pasar tersebut terbilang kecil, berukuran 2×2 meter, sehingga banyak barang jualan sembako berada di luar.

“Iya sembako yang di luar cuma kita tutup pelastik saja. Kalau hujannya malam itu, pagi-paginya air dah pada ngegenang di lantai,” bebernya.

Seluruh pedagang, kata dia, mengalami tempias walaupun posisi kiosnya berada di tengah-tengah pasar. “Tidak hanya kami yang di pinggir ini, pedagang yang tengah juga kena, kan atapnya itu kebuka banget,” urainya.

Senada diakui Sri (33) pedagang sembako Toko Ginting bahwa setiap kali hujan, air mengalami tempias dari atas. “Iya sudah dari dulu kalau hujan ya sampai lantai-lantai ini jadi becek,” ujarnya.

Dia berharap, dinas terkait segera memberikan solusi, apalagi kebanyakan kios diisi dengan barang dagangan sembako, pakaian, dan aksesoris.

“Kami berharap, atap itu terturup semuanya biar engga tempias. Kasihan pedagang sembako, dagangannya rugi kalau kebanjiran,” tandasnya.

Kemudian, Amrin Alwis (60) salah satu penjual dan servis jam mengaku, persoalan tersebut sudah pernah disampaikan ke Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Perumnas Wayhalim. Namun, sayangnya hingga saat belum ada solusi terkait tempias tersebut.

“Makanya saya sampai buat atap lagi buat menutupi tempias, kalau sebelum ada ini jam-jam saya sampai karatan. Dulu juga pernah orang UPT Pasar suruh saya bongkar atap saya, saya bilang kalau mintanya saya bongkar atap saya, benarin dulu atap pasar ini,” beber Pak Haji, sapaan akrab Amrin ini kepada Radar Lampung.

Diketahui, Pasar Perumas Wayhalim merupakan proyek revitalisasi yang bersumber dari dana APBN Kementerian Perdagangan tahun 2017 dengan kontrak mulai 31 Agustus sampai selesai 28 Desember.

Jasa konstruksi fisik pembangunan Pasar Wayhalim dikerjakan oleh PT Haberka Mitra Persada dengan nilai kontrak Rp9,1 miliar. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi